oleh

Profil Pak Tarno, Sepi Job Sulap Tengok Begini Kehidupannya Kini

Profil Pak Tarno, pesulap yg terkenal logat ngapak & jargon bim salabim jadi apa prok prok prok (instagram @paktarnomanagementofficial)

Penasaran dengan apa yg dilakukan laki-laki 69 tahun ini? Berikut profil Pak Tarno seperti diberitakan dari berbagai sumber.

Simaknews.com – Masih ingat dengan Pak Tarno? Pesulap kondang yg kerap wira-wiri di televisi dengan jargon, “Dibantu ya, bim salabim jadi apa prok prok prok,” kini sudah jarang tampil. Penasaran dengan apa yg dilakukan laki-laki 69 tahun ini? Berikut profil Pak Tarno seperti diberitakan dari berbagai sumber.

beincash

Sebuah video yg viral di media sosial beberapa hari lalu menunjukkan sosok diduga Pak Tarno di usia senjanya. Banyak warganet beranggapan karir Pak Tarno kini kian meredup. Dia sudah tidak lagi tampil di televisi baik sebagai bintang tamu atau pesulap.

Sebaliknya, video itu menampilkan pemandangan miris. Pria diduga Pak Tarno mengenakan baju sederhana bermotif loreng sedang berjalan di antara lalu-lalang kendaraan.

Sesekali laki-laki itu menatap layar ponsel sambil membawa sebuah tas berwarna biru. Penampilannya lusuh. Potret Pak Tarno ini pun menuai rasa iba dari para warganet.

Baca Juga: Beredar Pak Tarno Jalan Kaki, Warganet: Stasiun TV Bagi-Bagi Job Dong

35006-sosok-diduga-pesulap-pak-tarno-tertangkap-jalan-kaki-1614103493Sosok Diduga Pesulap Pak Tarno Tertangkap Jalan Kaki (instagram.com/nenk_update)

Terlepas dari video viral yg belum terkonfirmasi itu, mari kita simak saja profil Pak Tarno, pesulap tua yg kian meredup.

Masa Muda Pak Tarno

Pak Tarno lahir di Losari, Brebes dengan nama Sutarno pada 6 September 1950. Masa kecilnya dihabiskan bersama keluarganya yg berada di bawah garis kemiskinan di Brebes. Nahas, sang ayah meninggal dunia & ibunya pergi karena kepincut laki-laki dari desa lain. Pak Tarno kecil pernah tidak sanggup membeli beras. Dia terpaksa cuma dapat makan jagung.

Kehidupannya yg keras memaksa Pak Tarno kecil merantau ke Jakarta sendirian. Di usia sepuluh tahun, dia menumpang kereta barang menuju Jakarta. Saat itu, Sutarno tak punya cukup uang, sehingga dia harus berbagi kereta bersama angkutan kayu & sapi.

Masa-masa awal di Jakarta dihabiskan Pak Tarno dengan berjualan minyak tanah keliling kemudian martabak sebagai jajanan favorit anak-anak. Saat itu, Pak Tarno punya trik spesifik untuk menarik perhatian anak-anak membeli dagangannya, yakni dengan memberi eksibisi sulap gratis setelah dagangan tersebut habis.

Baca Juga: Viral Video Kondisi Terkini Pak Tarno, Warganet: Semoga Diajak Syuting Lagi

39257-masa-muda-pak-tarno-1614103496Masa muda Pak Tarno (instagram @paktarnomanagementofficial)

Karier Pak Tarno Menjadi Pesulap

Siapa sangka, Pak Tarno sang pesulap jalanan mendapatkan kesempatan mengikuti ajang pencarian talenta The Master Season 3. Kendati tidak menang, Pak Tarno dianugerahi gelar Master of Traditional Magic oleh Deddy Cobuzier.

Sejak itu, kehidupan Pak Tarno berubah drastis. Dia mulai ditawari jadi bintang tamu di sejumlah acara televisi, juga bermain di beberapa judul sinetron.

Pak Tarno miskin sudah berubah nasibnya. Lewat karier barunya sebagai pesulap, Pak Tarno sanggup membeli mobil, tanah, & mengelola bisnis warnet.

o_19sng80lmib41rbpukr162s1tha-1614103498Pak Tarno

Kehidupan Pribadi Pak Tarno

Kehidupan pribadi Pak Tarno pun tak jauh dari gosip. Dia sempat diterpa isu poligami bersama seorang pramugari yg ditemuinya saat jadi bintang tamu sebuah acara tv.

Pak Tarno dikabarkan sudah menikah lagi dengan gadis tersebut tanpa persetujuan sang istri di kampung halaman. Padahal usianya terpaut cukup jauh dengan sang gadis.

Melihat kehidupannya kini, banyak warganet mendoakan Pak Tarno. Semoga Pak Tarno mendapatkan pekerjaan mengisi acara di stasiun televisi lagi.

Demikian profil Pak Tarno, pesulap yg terkenal logat ngapak & jargon “bim salabim jadi apa prok prok prok”.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *