20200822 152526 -
in

Prof Didi Turmudzi kembali pimpin organisasi daerah tertua di Jabar

Prof Dr HM Didi Turmudzi MSi (kanan) kembali terpilih jadi pimpinan organisasi daerah tertua di Jawa Barat (Jabar) yg berusia 107 tahun (berdiri sejak tanggal 20 Juli 1913) yakni Paguyuban Pasundan. Mantan Rektor Universitas Pasundan (Unpas) ini terpilih jadi Ketua Pengurus Besar Paguyuban Pasundan untuk periode 2020-2025 lewat Sawala Budaya atau Kongres ke-43 di Aula Mandalasaba dr Djoenjoenan Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2020). (Dok Humas Paguyuban Pasundan)

Kami akan terus fokus pada bidang pendidikan karena hal tersebut merupakan sesuatu yg paling mendasar & penting bagi kelangsungan hidup bangsaBandung (ANTARA) – Tokoh pendidikan yg juga budayawan Prof Dr HM Didi Turmudzi MSi kembali terpilih jadi pimpinan organisasi daerah tertua di Jawa Barat (Jabar) yg berusia 107 tahun (berdiri sejak tanggal 20 Juli 1913) yakni Paguyuban Pasundan.

Advertisements

Mantan Rektor Universitas Pasundan (Unpas) ini terpilih jadi Ketua Pengurus Besar Paguyuban Pasundan untuk periode 2020-2025 lewat Sawala Budaya atau Kongres ke-43 di Aula Mandalasaba dr Djoenjoenan Lantai V Gedung Paguyuban Pasundan, Kota Bandung, Sabtu.

Sawala Budaya tersebut dibuka oleh Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil & seluruh pengurus cabang Paguyuban Pasundan di seluruh Indonesia, Pinisepuh & Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan secara daring.

Baca juga: Paguyuban Pasundan NTB tampilkan seni degung dalam pentas kebangsaan
Baca juga: Sesjen MPR buka ‘Sekolah Politik Pasundan’

Prof Didi mengucapkan rasa syukur & terima kasih atas terpilih kembali dirinya jadi ketua biasa salah satu organisasi daerah tertua yg ada di Indonesia.

Dia mengungkapkan untuk kedepannya, sesuai dengan visi Paguyuban Pasundan maka pihaknya akan terus berupaya untuk mengangkat harkat & martabat, memerangi kebodohan & kemiskinan serta menyebarkan syiar Islam.

“Kami akan terus fokus pada bidang pendidikan karena hal tersebut merupakan sesuatu yg paling mendasar & penting bagi kelangsungan hidup bangsa,” mengatakan dia.

Paguyuban Pasundan, lanjut Prof Didi, juga akan terus berupaya mengembangkan pendidikan selaras dengan tujuan sistem pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik supaya jadi manusia yg beriman & bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, & jadi warga negara yg demokratis serta bertanggung jawab.

Oleh karena itu, mengatakan Prof Didi pendidikan merupakan sebuah masalah yg substansial karena saat ini pendidikan terpisah antara akhlak, moral, budaya, ilmu pengetahuan & keterampilan sehingga perlu adanya pembenahan kurikulum supaya tidak terjadi liberalisme & kapitalisme pendidikan.

“Pendidikan harus didasarkan kepada prilaku, memadukan IQ, SQ & EQ & ini jadi fokus bagi Paguyuban Pasundan, bagaimana kita dapat berdaya saing, membangun karakter, menjadikan setiap dosen & guru dapat mengajarkan hal-hal yg terkait dengan akhlak, moral & budaya sekaligus,” mengatakan dia.

Selain itu, fokus ke depan Paguyuban Pasundan juga ada dalam bidang ekonomi, yaitu ekonomi kerakyatan, salah satunya bersama pemerintah membangun Pasundan Mart yg menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yg murah sehingga dapat menolong masyarakat.

Baca juga: Presiden Jokowi menerima anugerah Pinisepuh Paguyuban Pasundan

“Di samping itu lima tahun ke depan kami juga akan terus membangun koperasi, di mana cabang-cabang baru akan didirikan, usaha kecil menengah yg terus dikembangkan, & sebelumnya kami juga sudah mengerjakan pelatihan 1.400 usaha kecil di berbagai pulau & provinsi,” mengatakan nya.

Hal yg tidak kalah penting, lanjut Prof Didi adalah nilai budaya & agama, di mana Paguyuban Pasundan harap membentuk masyarakat yg ramah & toleran, yakni dapat menghargai kepentingan satu sama lain serta memiliki etik moral.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil (Kang Emil) yg hadir secara virtual dalam Sawala Budaya atau Kongres ke-43 Paguyuban Pasundan mengatakan pihaknya menyadari bahwa Paguyuban Pasundan sudah jadi kawan utama pembangunan Jawa Barat dalam budaya serta yg juga luar biasa dalam bidang pendidikan.

Kang Emil mengatakan bangsa yg akbar adalah bangsa yg memiliki bukti diri & bukti diri itu terletak pada budayanya yg dapat menangkal hal-hal negatif yg kurang sesuai dengan jati diri yg dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Kang Emil mengatakan pandemi COVID-19 menyebabkan migrasi digital sehingga kelestarian budaya jadi hal yg sangat penting sehingga Paguyuban Pasundan memiliki peran dalam hal ini juga menyertai mimpi akbar Indonesia untuk dapat mendukung generasi emas.

“Jawa Barat juga memiliki program serta usulan untuk mencetak biru kebudayaan pasundan. Dalam hal ini Paguyuban Pasundan dapat berinovasi dalam budaya, bukan cuma politik nasional, tetapi kuat dalam perkembangan pendidikan sehingga melahirkan kualitas anak Jawa Barat yg nyunda, nyantri & nyakola,” mengatakan dia.

Saat ini Paguyuban Pasundan sudah memiliki berbagai lembaga pendidikan, mulai dari lembaga pendidikan dari SD, SMP, SMA sebanyak 118 sekolah serta empat perguruan tinggi yakni UNPAS, STH Sukabumi, STKIP Cimahi & STIE Bandung.

Sementara itu, Lembaga ekonomi meliputi baitul mal wa tanwir (BMT Citra Pasundan), koperasi cabang, usaha kecil menengah, pelatihan-pelatihan kewirausahaan, biro perjalanan haji & umrah, Lembaga Kesehatan Rumah Sakit (Rumah Sakit Pasundan), Lembaga Pendidikan Baru (Fakultas Kedekatan), Lembaga Budaya (Akademi budaya Sunda) & Lembaga Da’wah (Korp Mubaliqh Pasundan).

Baca juga: Penuhi kebutuhan daging, Kementan dorong pengembangan sapi pasundan
Baca juga: Dodol Garut daun kelor, olahan anti-stunting buatan Puskesmas Pasundan

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1682282/prof-didi-turmudzi-kembali-pimpin-organisasi-daerah-tertua-di-jabar

Report

What do you think?

884 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0