oleh

Presiden minta APIP cari sebab kelambatan realisasi belanja pemerintah

Slot SimakNews.com – Presiden minta APIP cari sebab kelambatan realisasi belanja pemerintah,

Tangkapan layar – Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/5/2021), yg ditayangkan langsung melalui Youtube Sekretariat Presiden. ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/pri.

Saya minta percepatan belanja pemerintah terus dikawal & ditingkatkanJakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo meminta supaya Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mencari penyebab keterlambatan realisasi belanja pemerintah pada APBN 2021.

“Karena itu, saya minta BPKP (Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan) & seluruh aparat pengawas intern pemerintah melihat betul, mencari penyebab lambatnya realisasi belanja anggaran ini, ini ada apa,” mengatakan Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan “Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021” yg diikuti secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, & Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala BPKP M Yusuf Ateh serta perwakilan 2.223 peserta rapat.

“Saya minta percepatan belanja pemerintah terus dikawal & ditingkatkan, supaya kita tahu semua realisasi belanja pemerintah masih rendah,” mengatakan Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, dari total Rp2.750 triliun anggaran belanja pemerintah dalam APBN, baru sekitar 15 persen yg terealisasi, sedangkan untuk APBD baru sekitar 7 persen.

“Masih rendah. Serapan belanja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga masih rendah yaitu baru 24,6 persen, sekali lagi laju tetapi juga ketepatan sasaran,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi juga mengungkapkan laju dalam pengadaan barang & jasa juga masih lambat.

“Ini yg saya minta tadi dikawal. Pada kuartal perdana realisasi pengadaan barang & jasa dari kementerian & lembaga baru sekitar 10,98 persen, kemudian pengadaan barang & jasa untuk pemerintah daerah masih kurang dari 5 persen, ini yg terus harus diikuti, dikawal, dibantu,” mengatakan Presiden lagi.

Presiden Jokowi memerintahkan supaya APIP & BPKP untuk memberikan solusi & menawarkan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.

“Ini tugas dalam mengawal belanja tadi lalu mengawal supaya kementerian, lembaga & pemerintah daerah dapat merealisasikan belanjanya dengan cepat & akuntabel,” mengatakan Presiden.

Penekanan realisasi belanja tersebut menurut Presiden Jokowi, karena pemerintah menargetkan pertumbuhan kuartal II Indonesia pada 2021 adalah 7 persen dari sebelumnya minus 0,74 persen pada kuartal I 2020.

“Bayangkan dari -0,74 melompat ke 7 persen, tetapi saya meyakini Insya Allah kalau semua bekerja keras, belanja segera dikeluarkan realisasinya, angka itu bukan sesuatu yg mustahil untuk diraih karena target ‘year on year’ untuk pertumbuhan ekonomi kita adalah 4,5-5,5 persen yg tidak akan diperoleh bila tidak ketemu angka 7 (persen) untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 2021,” ujar Presiden Jokowi pula.

Meski begitu, Presiden Jokowi mengakui adanya ketidakpastian ekonomi global karena pandemi, tetapi ia pun meminta supaya setiap aparat pemerintah harus terus berusaha.

Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

APIP merupakan unit organisasi di pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian & lembaga yg mempunyai tugas & fungsi mengerjakan supervisi dengan cara mengerjakan audit, review, evaluasi, pemantauan, & kegiatan supervisi lain kepada penyelenggaraan tugas & fungsi organisasi.
Baca juga: Presiden akui akurasi data pemerintah masih rendah
Baca juga: Presiden cermati kesenjangan arah pembangunan pusat & daerah

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2177862/presiden-minta-apip-cari-sebab-kelambatan-realisasi-belanja-pemerintah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *