oleh

Presiden: Keterbukaan informasi faktor penting penanganan pandemi

Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan pada peringatan Hari Penyiaran Nasional, secara virtual melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/4/2021). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

saya meyakini industri penyiaran Indonesia akan semakin kuat & tangguh, semakin diminati masyarakat dengan tampilan & konten yg semakin berkualitas & mencerdaskanJakarta (ANTARA) – Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa keterbukaan informasi merupakan faktor penting dalam penanganan pandemi COVID-19.

beincash

“Dengan informasi yg terbuka, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, serta kerja sama antarsemua pihak, kita dapat segera menciptakan keadaan kondusif & terukur. Pemerintah juga dapat segera mengambil kebijakan yg tepat. Masyarakat juga dapat memahami & menghadapi pandemi ini dengan informasi yg baik,” mengatakan dia dalam sambutan peringatan Hari Penyiaran Nasional 1 April 2021 yg dihinggakan melalui rekaman tayangan video Youtube Sekretariat Presiden yg disaksikan di Jakarta, Kamis.

Tepat 88 tahun yg lalu atau pada 1 April 1933, lembaga penyiaran radio perdana milik Bangsa Indonesia, Solosche Radio Vereeniging (SRV), berdiri di Surakarta.

Selanjutnya, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019, pemerintah menetapkan 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) untuk memperingati lahirnya lembaga penyiaran yg jadi awal mula penyiaran di Indonesia.

Dalam Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-88, yg merupakan peringatan perdana setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Keppres tersebut, Jokowi melalui sambutannya itu mengingatkan lembaga penyiaran di Indonesia mengenai tuntutan keterbukaan & laju informasi yg dibutuhkan masyarakat.

“Saat ini kita berada pada era keberlimpahan informasi. Setiap orang dapat dengan cepat memperoleh informasi. Setiap orang dapat dengan mudah memproduksi informasi. Setiap orang dapat dengan segera menyebarluaskan informasi. Konsekuensinya, keberlimpahan & keterbukaan informasi adalah sebuah kebutuhan,” ujar dia.

Kepala Negara menyampaikan kebutuhan akan adanya keterbukaan & laju informasi tersebut terasa di masa pandemi saat ini, di mana masyarakat mencari informasi mengenai upaya pencegahan penularan virus hingga langkah-langkah pemerintah dalam menangani pandemi.

Keterbukaan informasi juga, mengatakan dia, yg jadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan penanganan pandemi.

Baca juga: Menkominfo apresiasi KPI sudah rancang seremoni Harsiarnas 2021

Oleh karena itu, dia menyampaikan terima kasih kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), lembaga penyiaran baik di pusat maupun daerah, serta berbagai pihak terkait lainnya yg sudah bekerja sama menyajikan informasi seksama & aktual sejak awal penanganan pandemi.

Presiden menekankan melalui edukasi untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan serta menyebarluaskan berbagai kebijakan pemulihan ekonomi, masyarakat memperoleh informasi mengenai bagaimana semestinya mereka dapat menghadapi keadaan pandemi saat ini dengan kondusif & tetap produktif.

Meski demikian, lanjut dia, tantangan penyiaran & pengelolaan informasi ke depannya akan semakin besar. Digitalisasi informasi akan semakin mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi yg mana membutuhkan supervisi secara berimbang.

“Kita harus sama-sama menjaga supaya masyarakat dapat memberi informasi yg akurat, berkualitas & edukatif, meningkatkan literasi informasi kepada masyarakat, serta mengembangkan kanal-kanal baru yg kreatif supaya diminati masyarakat untuk memperoleh informasi yg sehat & akurat,” mengatakan Presiden.

Selain itu, semua pihak harus memiliki semangat untuk bersama menciptakan dunia penyiaran Indonesia jadi lebih baik dalam berbagai aspek, mulai dari aspek konten siaran, industri, hingga tumbuh kembang media-media penyiarannya.

Masyarakat pun juga harus teredukasi sehingga semakin cerdas & kritis dalam memilah serta menyikapi informasi yg diterima mereka.

“Dengan perbaikan & penataan ekosistem media penyiaran yg berkelanjutan, saya meyakini industri penyiaran Indonesia akan semakin kuat & tangguh, semakin diminati masyarakat dengan tampilan & konten yg semakin berkualitas & mencerdaskan,” mengatakan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Hari Penyiaran Nasional, RUU Penyiaran disiapkan dukung TV digital
Baca juga: Hari Penyiaran Nasional, KPI harap literasi digital masuk kurikulum
Baca juga: KPI usulkan pemberian gelar pahlawan nasional kepada pendiri SRV

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2076078/presiden-keterbukaan-informasi-faktor-penting-penanganan-pandemi

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *