oleh

Presiden Jokowi: Vaksin adalah “global public goods”

Slot SimakNews.com

Presiden Jokowi: Vaksin adalah “global public goods”

,

Presiden Joko Widodo saat memberikan pandangannya terkait SDGs pada Forum Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC), Selasa (13/7/2021) secara virtual. ANTARA/BPMI Setpres/pri.

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa vaksin merupakan “global public goods” sehingga harus diperluas aksesnya kepada seluruh negara di dunia.

“Vaksin sebagai ‘global public goods’ jangan cuma jadi slogan, Indonesia mendorong supaya kita mengerjakan percepatan realisasi kesetaraan akses vaksin bagi semua negara,” mengatakan Presiden Jokowi saat memberikan pandangannya terkait SDGs pada Forum Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC) secara virtual pada Rabu.

Penyebarluasan akses vaksin tersebut menurut Presiden Jokowi termasuk melalui berbagi takaran melalui “COVID-19 Vaccines Global Access (COVAX) facilities”.

“Pemenuhan kebutuhan pendanaan vaksin multilateral, peningkatan produksi vaksin global termasuk melalui TRIPS (Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights) weaver, penguatan global ‘supply chain’ vaksin termasuk menghilangkan kendala ekspor, kendala bahan baku vaksin, & peningkatan diversifikasi & volume produksi vaksin termasuk di negara berkembang,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden, semua negara harus ikut menciptakan dunia segera pulih dari pandemi.

“Vaksin adalah asa untuk mempercepat dunia keluar dari krisis kesehatan ini. Akses yg adil & merata kepada vaksin harus dijamin namun hingga saat ini kita melihat kesenjangan akses vaksin masih sangat lebar,” tegas Presiden.

Selain vaksin, Presiden Jokowi menyampaikan perlunya meningkatkan perhatian & bantuan kepada kelompok rentan akibat lambatnya kegiatan perekonomian.

Baca juga: Presiden saksikan vaksinasi COVID-19 serentak kepada pelajar SMP-SMA

“Semua lapisan masyarakat terdampak akibat pandemi khususnya bagi kelompok rentan, untuk itu jaminan & proteksi sosial merupakan bagian penting upaya pemulihan dari pandemi,” ungkap Presiden.

Di Indonesia, menurut Presiden, pemerintah sudah mengalokasikan 28,5 miliar dolar AS untuk bantuan sosial & tidak kurang dari 9,8 juta unit usaha mikro sudah menerima bantuan keberlanjutan usaha

Hal ketiga, menurut Presiden Jokowi, ekonomi dunia harus pulih secara bersama-sama.

“Beberapa negara di dunia sudah mencatat pertumbuhan positif namun itu akan bermanfaat kalau terjadi secara bersamaan. Roda perekonomian dunia harus mulai bergerak bersama tanpa mengorbankan aspek kesehatan,” tambah Presiden.

Percepatan pemulihan ekonomi harus dilakukan dengan tetap mengutamakan kesehatan serta pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Presiden Jokowi luncurkan 300 ribu paket obat COVID gratis pekan ini

“Ke depan kita harus mendorong investasi dalam pemulihan yg berketahanan, berkeadilan, & hijau, ‘a resilient, just and green recovery’,” ungkap Presiden.

Untuk dapat mencapai hal tersebut, mengatakan Presiden, dukungan negara maju dalam transisi ekonomi hijau di negara berkembang harus diperkuat & pembangunan yg lebih berkelanjutan inklusif & “pro poor” harus jadi landasan.

Terakhir, kemitraan global harus diperkuat dengan prinsip “no one left behind”.

“Kita harus berkomitmen untuk menghindari ‘me first policy’. Mari kita bangun kepercayaan & solidaritas untuk mencapai tujuan bersama,” mengatakan Presiden.

Semangat tersebut, menurut Presiden Jokowi, dibawa Indonesia pada Presidensi G20 Indonesia 2022 dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”.

“Visi ini akan mengedepankan semangat kepemimpinan kolektif global untuk pemulihan dari pandemi & pertumbuhan dunia yg inklusif,” ungkap Presiden.

Apalagi waktu yg tersedia bagi kita untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 tinggal kurang dari 9 tahun.

Baca juga: Presiden: Pemerintah beri akses sama investor akbar & UMKM-koperasi

“Pandemi COVID-19 yg melanda seluruh dunia semakin mempersulit pencapaian target SDGs tersebut bahkan berbagai kemajuan selama ini yg kita capai sudah tergerus akibat pandemi,” tambah Presiden.

Di dunia saat ini ada 255 juta orang kehilangan pekerjaan, 110 juta orang kembali ke jurang kemiskinan, & 83- 132 juta orang terancam kelaparan & mengalami malnutrisi.

“Dalam keadaan yg sulit seperti ini ‘business as usual’ tidak dapat dilanjutkan, kerja sama & solidaritas harus dipertebal & perkembangan harus ditingkatkan & ‘no country can progress until all country progress’,” jelas Presiden.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2266106/presiden-jokowi-vaksin-adalah-global-public-goods

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *