oleh

Presiden: COVID-19 momentum perkokoh ketangguhan hadapi bencana

-Umum-12 views

Presiden Jokowi.

Pengalaman ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk memperkokoh ketangguhan kita dalam menghadapi segala bentuk bencanaJakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo mengungkapkan penanganan pandemik COVID-19 jadi momentum untuk dapat memperkokoh ketangguhan untuk menghadapi bencana di Indonesia.

beincash

“Pengalaman ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk memperkokoh ketangguhan kita dalam menghadapi segala bentuk bencana,” mengatakan Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Presien Jokowi menyampaikan hal itu dalam Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana tahun 2021 yg juga dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo serta para menteri, kepala daerah & Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yg mengikuti acara secara virtual.

“Dalam satu tahun ini kita sudah diberi pengalaman, diberi pelajaran yg sangat luar biasa. Bukan cuma bencana alam, tetapi juga bencana nonalam berupa pandemik COVID-19 & dalam menghadapi bencana kemanusiaan yg tidak pernah ada pembandingnya dalam sejarah, sisi kesehatan, sisi ekonomi, harus diselesaikan dalam waktu yg bersamaan,” ungkap Presiden.

Dampak pandemik COVID-19 bukan cuma skala daerah maupun skala nasional, tetapi juga skala global karena dialami lebih dari 215 negara.

“Yang mengharuskan kita bekerja cepat, harus inovatif & juga berkolaborasi dengan semua pihak dengan negara lain, dengan lembaga-lembaga internasional,” ucap Presisden.

Presiden Jokowi juga menyampaikan terima kasih, apresiasi serta penghargaan yg setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BNPB karena ikut menangani & menyelesaikan krisis sekarang ini.

“Saya harap mengingatkan kita semua bahwa negara kita Indonesia adalah negara yg rawan kepada bencana. Masuk 35 paling rawan risiko bencana di dunia, setahun kemarin saja kita menghadapi 3.253 bencana, per hari berarti kurang lebih sembilan bencana, bukan sebuah angka yg kecil,” tutur Presiden.

Tapi menurut Presiden, cobaan, ujian & tantangan itu harus dihadapi.

Baca juga: Presiden tegaskan pentingnya manajemen tanggap darurat pascabencana

Baca juga: Presiden: Kebijakan nasional-daerah harus sensitif soal bencana

“Baik bencana hidrometeorologi maupun bencana geologi. Kita sekali lagi menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana karena jumlah penduduk kita juga akbar sehingga risiko jumlah korban yg terjadi apabila ada bencana juga sangat besar,” ujar Presiden.

Sedangkan Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa Indonesia sudah membuktikan pengendalian COVID-19 dapat dilaksanakan paralel dengan upaya menjaga kegiatan sosial ekonomi.

“Masyarakat sedapat mungkin tidak terpapar COVID-19, tetapi juga tidak terkapar PHK atau kehilangan pekerjaan,” mengatakan Doni dalam sambutannya.

Momentum setahun bencana COVID-19 menurut Doni adalah kesempatan untuk mengerjakan evaluasi, mempertahankan yg sudah baik & menyempurnakan yg masih kurang.

“Kita harus optimistis bahwa semua kebijakan yg sudah digariskan oleh Bapak Presiden selaku kepala negara & kepala pemerintah akan membawa bangsa Indonesia keluar dari masalah kesehatan & ekonomi,” ucap Doni.

Menurut Doni, sejak awal Februari 2020 hingga akhir Februari 2021 BNPB mencatat ada 3.253 kali kejadian bencana di Indonesia.

“Artinya setiap hari tidak cuma ada 9 kali kejadian bencana yg terjadi apakah itu gempa, tsunami, erupsi gunung berapi, karhutla, banjir, banjir bandang, tanah longsor & angin puting beliung,” mengatakan Doni menjelaskan.

Setiap kejadian bencana sering diikuti dengan kehilangan harta benda & korban jiwa.

“Ibu Menteri Keuangan menyebutkan bahwa setiap tahun kita mengalami kerugian ekonomi akibat bencana rata-rata Rp22,8 triliun per tahun, angka yg sangat besar. belum lagi kalau melihat statistik korban jiwa akibat bencana dalam 10 tahun terakhir yaitu rata-rata 1.183 jiwa meninggal akibat bencana,” ungkap Doni.

Bank Dunia bahkan menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari 35 negara dengan tingkat risiko ancaman bencana paling tinggi di dunia.

“Pemerintah tentu tidak tinggal diam, seluruh instansi pemerintah, TNI & Polri, & pemerintah daerah harus bersinergi untuk mengerjakan berbagai upaya pencegahan, mitigasi & kesiapsiagaan,” ujar Doni menegaskan.

Pencegahan tersebut termasuk perencanaan pembangunan yg berlandaskan pengurangan risiko bencana, pelibatan pakar untuk memprediksi ancaman, memperkuat sistem peringatan dini, menyusun rencana kontijensi & edukasi serta pelatihan kebencanaan.

Baca juga: Presiden: Kunci utama kurangi risiko bencana adalah pencegahan

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2024925/presiden-covid-19-momentum-perkokoh-ketangguhan-hadapi-bencana

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *