oleh

Presiden akui akurasi data pemerintah masih rendah

Slot SimakNews.com – Presiden akui akurasi data pemerintah masih rendah,

Tangkapan layar – Presiden Joko Widodo dalam pembukaan “Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021” di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/5/2021). ANTARA/Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden/pri.

Manfaatkan laboratorium data forensik & data analitis yg dimiliki, BPKP kan punya ini pakai, manfaatkanJakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo mengakui akurasi data pemerintah masih rendah sehingga perlu ada perbaikan & sinkronisasi basis data.

“Perihal akurasi data juga masih jadi persoalan hingga saat ini, dampaknya ke mana-mana contohnya data bansos (bantuan sosial) tidak akurat, tumpang tindih, menciptakan penyaluran tidak cepat, lambat & ada yg tidak tepat sasaran. Begitu juga data penyaluran bantuan pemerintah lainnya,” mengatakan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan “Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021” yg diikuti langsung oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum & Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP) BPKP M Yusuf Ateh serta perwakilan 2.223 peserta rapat.

“Data pemerintah pusat & pemerintah daerah juga sering tidak sambung, ini harus diperbaiki & BPKP harus menolong peningkatan kualitas data yg dikelola pemerintah,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi memerintahkan supaya BPKP dapat mengawal integrasi, sinkronisasi basis data antar-program untuk meningkatkan keandalan data.

Baca juga: Presiden Jokowi ingatkan belanja PEN harus cepat direalisasikan

Baca juga: Presiden cermati kesenjangan arah pembangunan pusat & daerah

“Manfaatkan laboratorium data forensik & data analitis yg dimiliki, BPKP kan punya ini pakai, manfaatkan,” ucap Presiden menegaskan.

Presiden pun menyebut efektifiktas supervisi interen membutuh komitmen & manajemen yg baik.

“Karena semua rekomendasi harus ditindaklanjuti, jangan berhenti di rekomendasi, tuntaskan hingga akar masalah sehingga tidak terulang lagi di tahun berikutnya,” ujar Presiden menambahkan.

Presiden menilai masih ada kesalahan-kesalahan yg terus diulang dari tahun ke tahun karena tidak mengikuti rekomendasi dari BPKP & APIP.

“Saya tekankan kepada bapak, ibu menteri, kepala lembaga, kepala daerah supaya menindaklanjuti dengan serius rekomendasi dari BPKP & APIP, jangan dibiarkan berlarut-larut, membesar & dan akhirnya dapat jadi masalah hukum,” tutur Presiden.

Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

APIP merupakan unit organisasi di pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian & lembaga yg mempunyai tugas & fungsi mengerjakan supervisi dengan cara mengerjakan audit, revisi, evaluasi, pemantauan, & kegiatan supervisi lain kepada penyelenggaraan tugas & fungsi organisasi.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2177846/presiden-akui-akurasi-data-pemerintah-masih-rendah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *