oleh

PPP: jangan berpikir jalin hubungan diplomatik dengan Israel

Tangkapan layar – Anggota Komisi III DPR RI yg juga Wakil Ketua Umum DPP PPP Arsul Sani. (ANTARA/Muhammad Zulfikar/am.)

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani meminta seluruh elemen pemerintahan tidak ada lagi yg berpikir tentang menjalin hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel.

“Langkah tegas tersebut harus dilakukan meskipun hubungan diplomatik dapat jadi memberikan manfaat ekonomisnya bagi Indonesia,” mengatakan Arsul di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakan Arsul menyikapi tindak kekerasan yg dilakukan aparat keamanan Israel kepada warga Palestina, khsususnya umat Islam yg sedang beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, tindakan kekerasan brutal yg berulang kepada warga Palestina, merupakan tabiat asli pemerintahan zionis Israel yg tidak peduli kepada fokus dunia internasional.

Baca juga: Sekjen PBB desak Israel untuk menahan diri di Yerusalem Timur

“Karena itu kalau masih ada unsur-unsur pemerintahan yg berpikir tentang opsi membuka hubungan diplomatik atau bahkan kalau ada yg diam-diam mengerjakan hubungan dengan Israel, maka mereka melupakan salah satu cita-cita bernegara yg tercantum dalam UUD 1945 yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yg berdasarkan perdamaian abadi, kemerdekaan & keadilan sosial,” ujarnya.

Menurut Arsul, Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Luar Negeri tidak cuma berhenti pada pernyataan mengecam atau mengutuk keras tindak kekerasan Israel, sebagai bentuk konsistensi dukungan & solidaritas kepada umat Islam Palestina.

Dia meminta pemerintah Indonesia mengerjakan langkah-langkah penggalangan diplomatik untuk menekan Israel, apalagi kecaman yg sama juga dilakukan sejumlah negara non-muslim antara lain Selendia Baru & Skotlandia.

Baca juga: Ketua DPD kecam penyerangan muslim Palestina di Masjidil Aqsa

Baca juga: NU Jatim serukan sanksi internasional kepada Israel

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2148278/ppp-jangan-berpikir-jalin-hubungan-diplomatik-dengan-israel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *