oleh

Polri tingkatkan kesiapsiagaan seluruh wilayah jelang Paskah

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karonpenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Rabu (31/3/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mengintruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing khususnya menjelang seremoni Paskah dengan melihat keadaan kekinian pascabom bunuh diri Makassar.

beincash

“Asisten Kapolri di bidang operasi sudah mengeluarkan jukrah ke wilayah, STR nomor 218 yg isinya adalah meningkatkan kesiapsiagaan seluruh wilayah pascaterjadinya penyerangan di Gereja Katedral Makassar,” mengatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karonpenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, di Jakarta, Kamis.

Terkait pengamanan seremoni jelang Paskah, Rusdi menjelakan, kegiatan Paskah dalam Kepolisian sudah masuk kalender Kamtibmas, yg artinya adalah kegiatan yg setiap tahun sering ada.

Baca juga: Kapolri: Terduga teroris tembak petugas enam kali
Baca juga: Polres Mesuji Lampung tingkatkan pengamanan markas polisi
Baca juga: Ketua Komisi III DPR dukung Polri terus mengungkap jaringan teroris

“Ketika kegiatan yg masuk dalam kalender Kamtibmas otomatis dia sudah masuk dalam rencana pengamanan Kepolisian di wilayah masing-masing, itu otomatis,” mengatakan Rusdi.

Menurut Rusdi, dengan keadaan kekinian permasalahan yg terjadi di Makassar tentunya kesiapsiagaan kepolisian ditingkatkan.

Pascakejadian di Makassar, Asisten Kapolri di bidang operasi sudah mengeluarkan jukrah ke wilayah.

Jukrah dituangkan dalam STR Nomor 218 yg isinya adalah meningkatkan kesiapsiagaan seluruh wilayah pascaterjadi penyerangan di Gereja Katedral Makassar

Ia menyebutkan salah satu isi STR adalah meningkatkan kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi kegiatan Paskah.

“Jadi sudah jelas Paskah kalender Kamtibmas dengan keadaan Makassar pascabom gereja keluar jukrah dari Mabes Polri kepada wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan termasuk pengamanan dari pada kegiatah Paskah,” mengatakan Rusdi.

Untuk personel yg dikerahkan, lanjut Rusdi, disesuaikan dengan keadaan & kondisi di lapangan, dengan mengerjakan identifikasi melihat tingkat kerawanan yg kemungkinan terjadi di tempat ibadah tersebut.

Polri berupaya mendeteksi kerawanan lalu dilakukan identifikasi guna mempersiapkan personel.

“Personelnya disesuaikan dengan kerawanan, tentunya Polri berprinsip tidak menganggap remeh, artinya kesiapsiapsiagaan itu jadi prioritas,” mengatakan Rusdi.

Seperti diketahui terjadi ledakan bon bunuh diri di gerbang depan Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) pukul 10.30 WITA.

Bom bunuh diri dilakukan pasangan suami istri berinisial L & YSF yg baru menikah enam bulan. Keduanya tergabung dalam kelompok kajian Vila Mutiara, berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Selang tiga hari setelah kejadian teror bom bunuh diri, tindak pidana terorisme kembali terjadi di Mabes Polri, Rabu (31/3). Pelaku seorang wanita berinisial ZA usia 25 tahun, mantan mahasiswa “DO” beralamat di Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Pelaku melayangkan tembakan sebanyak 6 kali kepada petugas jaga di Mabes Polri. Pelaku bergerak sendiri & merupakan simpatisan ISIS.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2075250/polri-tingkatkan-kesiapsiagaan-seluruh-wilayah-jelang-paskah

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *