oleh

Politisi PD: Peretasan terhadap pengkritik tekan kebebasan sipil

Slot SimakNews.com – Politisi PD: Peretasan terhadap pengkritik tekan kebebasan sipil,

Ilustrasi – Seorang peretas sedang mengpakai perangkat komputer & jaringan untuk mengerjakan serangan siber. ANTARA/Shutterstock/am.

Jakarta (ANTARA) – Peretasan kepada sejumlah aktivis, kelompok jurnalis, & mahasiswa yg mengkritik pemerintah diyakini sebagai cara menekan kebebasan sipil, mengatakan politisi senior Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik.

Rachland lewat keterangan tertulisnya yg diterima di Jakarta, Senin, menerangkan kasus peretasan kepada data-data pribadi milik para pengkritik itu kemungkinan bukan sebuah kebetulan, karena kejadian itu membentuk pola yg sistematis.

“Tiap kali ada kontroversi publik yg dipicu kritik warga pada otoritas politik, peretasan sering dialami oleh pengkritik. Dulu mahasiswa UGM, wartawan TEMPO juga, & sekarang BEM UI. Kesimpulannya, dapat jadi kejadian ini bersifat sistematik,” mengatakan Rachland.

Menurut dia, peretasan itu, yg dilakukan dengan cara mengambil data-data pribadi & melanggar privasi warga khususnya pada pengkritik, dapat berpotensi menekan hak warga bebas berpendapat.

Jika benar demikian, mengatakan Rachland, maka ada masalah serius yg harus jadi perhatian bersama.

Baca juga: Pakar: Pengguna medsos perlu verifikasi dua langkah cegah peretasan
Baca juga: CISSReC ungkap penjualan jutaan data Dukcapil dari empat daerah
Baca juga: Polri dalami kemungkinan peretasan data BPJS Kesehatan

“Menurut saya, ini tidak boleh dianggap enteng. Kejadian ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk pada partai politik koalisi pemerintah & anggota DPR,” ujar Rachland.

Oleh karena itu, ia berharap partai politik dapat mendorong kader-kadernya di DPR RI untuk menyuarakan masalah peretasan itu.

“Penting bagi tiap partai politik untuk mengpakai fraksinya di DPR untuk menyoal masalah ini. Jangan hingga mereka ikut jadi korban cuma karena memiliki opsi politik yg berbeda,” terang dia.

Ia menambahkan para anggota dewan patut curiga pelaku peretasan bukan kelompok warga biasa, karena mereka membutuhkan alat & modal spesifik untuk mengerjakan peretasan secara sistematis.

Sebelumnya, akun Whatsapp sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diretas oleh pihak yg belum diketahui, Senin.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2237130/politisi-pd-peretasan-terhadap-pengkritik-tekan-kebebasan-sipil

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *