pdip -
in

Politikus PDIP sebut deklarasi KAMI sebagai manuver politik

PDI Perjuangan (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)

Jakarta (ANTARA) – Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Wanto Sugito berpendapat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yg digagas oleh sejumlah tokoh termasuk Din Syamsuddin pada Selasa ini di Tugu Proklamasi, Jakarta sebagai manuver politik yg mengatasnamakan rakyat.

Advertisements

“Namanya saja Koalisi Aksi. Jadi di situ yg ada cuma aksi politik. Jangankan menyelamatkan Indonesia, menjaga disiplin deklarasi dengan mematuhi protokol COVID-19 saja tidak dapat. Bandingkan dengan upacara HUT Kemerdekaan RI oleh DPP PDI Perjuangan di Lapangan Banteng, yg sangat tertib & berdisiplin,” mengatakan Wanto yg juga sebagai Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Selatan, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kredibilitas KAMI sudah tergerus dengan sendirinya oleh tabiat para pengusungnya yg lebih mengedepankan manuver politik.

Baca juga: Deklarasi KAMI, Din Syamsudin sebut 150 tokoh bergabung
Baca juga: Pakar ingatkan KAMI bersikap secara konstitusional

Dalam konteks itu, Wanto menyatakan kader PDIP seluruh Indonesia percaya rakyat Indonesia sudah semakin cerdas. Rakyat punya intuisi kolektif guna membedakan mana pemimpin yg mumpuni & bekerja keras bagi negeri.

“Rakyat dapat membedakan yg mana yg niat jadi pemimpin tetapi nyatanya cuma mengejar mimpi. Kami meragukan maksud deklarator KAMI, kecuali cuma sebagai representasi mewakili barisan sakit hati,” mengatakan Wanto, yg hari ini mendeklarasikan pasangan Muhammad-Saraswati sebagai calon kepala daerah Tangsel.

Alumnus UIN Syarif Hidayatullah ini mengatakan, rakyat paham bagaimana sosok Rizal Ramli, Amien Rais, Rocky Gerung, & beberapa tokoh deklarator lainnya. Sangat kuat aroma bahwa alasan menyelamatkan Indonesia cuma sebagai bentuk oposan kepada Presiden Jokowi.

“Grass roots PDI Perjuangan itu jelas. Taat azas. Bu Mega sering bela Pak Jokowi, maka kami juga pasang badan untuk Pak Jokowi,” katanya.

“Terlebih begitu kental nuansa post power syndrome dari para deklarator yg hadir. Maka gerakan KAMI tersebut sebenarnya bentuk gerakan menyelamatkan mimpi kekuasaan masing-masing. Kami tidak habis pikir atas berbagai manuver politik yg terbukti tidak laku tersebut,” mengatakan Wanto menegaskan.

Ketika ditanya tanggapan atas pernyataan Ketua DPC PDIP Kota Tangsel itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto cuma berkomentar singkat.

“Biarlah Ketua DPC PDI Perjuangan yg menanggapi. Skala prioritas partai saat ini adalah menyatu & bergotong royong dengan rakyat di dalam mengatasi akibat COVID-19, bukan menanggapi deklarasi KAMI. Karena sikap mereka ke Pak Jokowi seperti itu, tanpa diperintah, rakyat & grass roots Partai merespons cepat manuver elit KAMI,” mengatakan Hasto singkat.

KAMI dideklarasikan hari ini dengan sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, Titiek Soeharto, Gatot Nurmantyo, Said Didu, & Rocky Gerung.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1675998/politikus-pdip-sebut-deklarasi-kami-sebagai-manuver-politik

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0