oleh

Polisi Datangi Rumah Wanita Berkerudung yg Maki Petugas dengan Kata Kata Binatang, Jutaan Nitizen Minta Pelaku Ditangkap

Online – Sejak viralnya Sebuah video viral di media sosial seorang ibu memaki petugas dengan mengatakan kasar di kawasan Sukabumi, Jawa Barat disebabkan Dia tak terima disuruh untuk putarbalik di Sukabumi saat berkendara di masa larangan mudik.

Setelah aksinya viral, jutaan peblik di medsos meminta pihak kepolisian supaya menagkap pelaku tersebut.

Akibat desakan publik akhirnya kepolisian pun mendatangi kediaman suami istri tersebut. Polisi meminta klarifikasi atas insiden yg jadi pergunjingan di dalam jagat media sosial tersebut.

“iya benar kita sudah datangi rumahnya, untuk meminta klarifikasi. (klarifikasi), ”kata Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif, Minggu (16/5/2021).


Sayangnya, Lukman belum dapat membeberkan secara rinci terkait dimana pelaku tersebut berada & kapan petugas menyambangi kediamannya.

Namun, itu akan memberikan keterangan secara lengkap akan data pers dalam waktu dekat.

“Ya nanti masih proses ya, belum kita laksanakan pemeriksaan ya. Nanti kita rilis,” ujarnya.

Sebelumnya, Viral di media sosial pengendara mobil bernomor polisi B 1364 URW memaki-maki & memukul petugas kepolisian. Kejadian itu terjadi di pos penyekatan perbatasan antara Sukabumi & Bogor, Sabtu (15/5/2021).

Dalam rekaman terlihat, seorang penumpang yg duduk di depan menarik-narik pakaian petugas kepolisan yg menghentikan kendaraan miliknya. Saat itu, si polisi berusaha memberikan penjelasan.

“Saya sudah benar Pak, sesuai pemerintah sudah jelas aturannya,” mengatakan pria berpakaian polisi seperti dikutip, Sabtu.

Lantaran tak terima diberhentikan, perempuan berkacamata yg mengenakan kerudung biru meluapkan emosi dengan menggeluarkan kata-kata. Dia juga mengaku-ngaku dari keluarga polisi.

Gara-Gara Aturan Lockdown, Marcus Rashford Putus Sayang
“Saya juga polisi, keluarga saya polisi. eh anj*** lu ya,” mengatakan wanita itu.

Terkait hal ini, Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif membenarkan peristiwa tersebut.

Lukman menjelaskan, anggota Polsek Cicurug bernama Briptu Febio sedang mengatur arus lalu lintas Pos Terminal Benda Cicurug, perbatasan antara Sukabumi & Bogor pada pukul 10.00 WIB.

Saat itu, melihat kendaraan bernomor polisi B 1364 URW mencoba masuk ke wilayah Sukabumi. Lukman menyebut, kendaraan itu sebetulnya sudah dicegat di pos sebelumnya.

Tapi, pengemudinya tidak mengubris perintah anggota. Dia malah melewati jalur tikus sehingga pada pos berikutnya pengendara kembali diminta putar balik.

“Sebelumnya dia juga marah-marah pada petugas. Pas perdana kali diminta putar balik di pos penyekatan yg dimarahi itu Kapolsek. Namun, Kapolsek tidak memilih tidak membalas. Nah di pos kedua ini kembali marah-marah,” ujar Lukman saat dihubungi, Sabtu (15/5/2021).

Lukman menerangkan, pengemudi kembali emosi ketika diminta putar balik. Saat itu, salah satu penumpang memvideokan aktivitas petugas saat mengerjakan pemeriksaan.

Lanjut Lukman, hal serupa juga dilakuan rekan dari Febio. Lukman menyebut, rekaman itu sebagai bukti anggotanya sudah melaksanakan tugas sesuai prosedur.

“Anggota kami pun menciptakan video juga. Supaya jangan hingga nanti disangka anggota kami yg sombong padahal anggota kami sudah mengerjakan melaksanakan tugas sesuai SOP & cuma memutar balikan saja,” ucap dia.

Tanpa disangka, aksi rekan Briptu Febio memvideokan menyulut emosi penumpang di kendaraan tersebut. Salah satu penumpang bahkan mengeluarkan kata-kata yg menghina petugas.

“iya kita disebut binatang oleh wisatawan itu,” ucap dia.

Saat ini, Lukman mengaku sudah memerintahkan jajaran reskrim untuk mengerjakan penyelidikan terkait dengan kejadian tersebut.

“Saya perintahkan kasat mengerjakan pengecekan kepada kepemilikan kendaraan tersebut,” ujar dia.

Lukman menyampaikan, kendaraan itu tetap berjalan meski sudah diminta putar balik.

“Anggota saya sabar tidak melawan ya, kami memahami mungkin kondisinya capek. Namun, tidak boleh juga memamki petugas,” ujar dia.

Lukman mengimbau masyarakat untuk menyadari bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Menurut dia, masyarakat harus mendukung upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran.

“Pemerintah sudah mengerjakan imbauan, pembatasan tempat wisata, melarang mudik, kami itu sayang kepada masyarakat. Kami tidak mau mereka tertular, karena dalam kondisi seperti ini kita tidak tahu siapa yg terinfeksi virus Covid-19,” ucap dia.

Tak cuma disitu, Ternyata dengan viralnya video tersebut, Pengacara kondang Hotman Paris juga ikut angkat bicara.

Hotman berpesan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo & Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri.

“Bapak Kapolri & Kapolda Jawa Barat: mohon perintakan supaya proses hukum di tempuh kepada penumpang mobil ini yg melawan petugas larangan mudik dgn mengatakan kata yg amat ……?” tulis Hotman pada akun Instagramnya Minggu (16/05/2021).

Hotman juga menegaskan untuk menangkap pemudik bermobil putih tersebut. “Agar dijemput & ditunjukkan ke publik orangnya! Hotman tidak tega menposting vidio lengkapnya!” lanjutnya

Ia juga mengatakan memberi pesan kepada petugas korban untuk menghubunginya. Hal ini untuk memberikan pendampingan hukum.

“Kpd petugas yg jadi korban supaya hubungin hotman: ayok laporkan mereka & ayok kita tegakkan hukum! Larangan mudik utk selamatkan bangsa ini tetapi kenapa Ibu itu mengucakkan mengatakan kata itu ke petugas??” ungkapnya

Banyak netizen yg setuju dengan bersama Hotman untuk menegakan proses hukum.

“mantab bang. pasti panik itu orangnya.” balas akun @arief_rahardi pada kolom komentar Minggu (16/05/2021)

“saat ini mereka pasi sedang dagdigdug seeeer.” balas juga akun @perjalanand (16/05/2021).

Sebelumnya pada video viral tersebut, pemudik yg diduga berangkat berssma keluarganya marah ketika disuruh berputar balik di pos penyekatan Sukabumi. Kemudian, seorang perempuan dari kursi belakang mengeluarkan kata-kata yg tidak senonoh kepada petugas penyekatan yg merekam hal tersebut.(realitarakyat.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *