oleh

Polemik kewarganegaraan, Paslon 1 Sabu Raijua datangi MK

-Umum-1 views

Adhitya Nasution (berbatik) selaku salah satu anggota regu kuasa hukum Paslon 1 Sabu Raijua, Nikodemus N Rihi Heke-Yohanis Yly Kale, saat mendatangi Mahkamah Konstitusi, Jakarta. (ANTARA/HO-Dok pribadi)

Jakarta (ANTARA) – Nikodemus N Rihi Heke & Yohanis Yly Kale, kandidat petahana yg juga pasangan calon nomor urut 1 pada Pilkada Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), diwakili kuasa hukumnya mendatangi Mahkamah Konstitusi untuk menyerahkan berkas gugatan sengketa pilkada terkait polemik kewarganegaraan Bupati terpilih Orient Riwu Kore.

beincash

Meski pendaftaran gugatan sengketa pemilu sudah terlambat, regu kuasa hukum berharap MK dapat mempertimbangkan kasus tersebut, mengingat ada dugaan pelanggaran berat terkait kewarganegaraan yg baru muncul awal Februari 2021.

“Mengajukan permohonan pembatalan paslon nomor 2 Pak Orient. Kami berharap MK dapat memberikan terobosan hukum, dapat memberikan keadilan- terlepas dari kekurangan dalam permohonan kami, seperti tenggat waktu, ya, supaya dikesampingkan dulu,” mengatakan Adhitya Nasution selaku anggota regu kuasa hukum Paslon 1 Sabu Raijua, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa.

Dia menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan soal selisih suara atau kemenangan Bupati terpilih Orient, namun setelah ada klarifikasi dari Bawaslu harap mendapat kepastian hukum terkait dugaan pelanggaran yg bersangkutan.

“Kenapa kami tidak pakai ‘judicial review’? Karena menurut ekonomis kami tidak serta merta membatalkan kemenangan pasangan yg diduga memakai dokumen palsu yg diduga WNA. Oleh itu kami, memohonkan pembatalan langsung, jadi setidaknya ada yurispudensi ke depannya,” ujarnya.

Baca juga: Datangi Kemendagri, Paslon nomor 1 Sabu Raijua minta tunda pelantikan

Baca juga: Bawaslu klarifikasi pelanggaran Orient sebelum penetapan paslon

“Kami tegaskan bahwa kami tidak pernah mempermasalahkan selisih suara atau kemenangan. Jadi kenapa kami tidak mengerjakan upaya hukumnya karena kami menganggap ketentuannya semua sudah diatur. Tapi, setelah diklarifikasi oleh Bawaslu maka saya rasa sudah tepat kami ajukan ke MK,” tutur-nya.

Tidak cuma itu, regu kuasa hukum juga meminta supaya KPU segera memutuskan perkara soal dugaan kewarganegaraan Bupati terpilih Orient Riwu Kore. Sehingga kalau perlu pemilu ulang dapat segera dilaksanakan.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan penundaan pelantikan bupati terpilih Sabu Raijua, Orient Patriot Riwu Kore karena terbukti memalsukan data kependudukan-nya ketika mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2020.

Rekomendasi tersebut dikirimkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) tertanggal Rabu, 3 Februari 2021, yg isinya meminta KPU berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait penundaan pelantikan Riwu Kore.

Sementara itu, Orient Patriot Riwu Kore menegaskan bahwa dirinya 100 persen berkewarganegaraan Indonesia (WNI).

Berkaitan dengan kasus kewarganegaraannya itu, Riwu Kore mengatakan sudah ada yg mengurus, bahkan saat ini sedang dalam proses.

Pilkada Sabu Raijua 2020 diikuti oleh tiga paslon, yakni Nikodemus N Rihi Heke-Yohanis Yly Kale dengan nomor urut 1, kemudian paslon nomor urut 2 Orient P Riwu Kore-Thobias Uly, & Takem Irianto Radja Pono-Herman Hegi Radja sebagai paslon nomor urut 3.

Baca juga: Bawaslu rekomendasi tunda pelantikan bupati terpilih Sabu Raijua

Baca juga: Pengamat tak sepakat KPU nyatakan hasil Pilkada Sabu Raijua sah

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2003789/polemik-kewarganegaraan-paslon-1-sabu-raijua-datangi-mk

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *