oleh

PN Curup menangkan gugatan praperadilan SAHE

Polisi berjaga di depan ruang sidang PN Curup yg menyidangkan gugatan praperadilan kandidat Pilkada Rejang Lebong dari jalur perseorangan. (Foto Antarabengkulu.com/Nur Muhamad)

Rejang Lebong (SIMAKNEWS) – Hakim Pengadilan Negeri Kelas IB Curup, Provinsi Bengkulu, mengabulkan permohonan praperadilan pasangan Syamsul Efendi-Hendra Wahyudiansyah (SAHE) bakal calon Pilkada Serentak 2020 dari jalur perseorangan di daerah itu atas penetapan tersangka pemalsuan dukungan oleh kepolisian setempat.

Sidang praperadilan di PN Curup yg digelar Kamis sore (6/8), dengan agenda pembacaan putusan tersebut dilangsungkan 16.30 WIB hingga pukul 17.20 WIB.

Sidang dipimpin hakim tunggal Ari Kurniawan dibantu panitera pengganti AK Bagus Indrawan, dengan dihadiri pihak pemohon melalui kuasa hukumnya Achmad Tarmizi Gumay.

Sedangkan pihak termohon yakni Polres Rejang Lebong diwakili Kepala Bidang Hukum Polda Bengkulu Kombes Esmed Eryadi & kawan-kawan.

Baca juga: Gakkumdu Rejang Lebong limpahkan kasus pencatutan dukungan ke polisi
Baca juga: Kandidat pilkada gugat praperadilan Polres Rejang Lebong
Baca juga: KPU Rejang Lebong tunggu perbaikan syarat dukungan SAHE

Dalam amar putusannya hakim tunggal PN Curup, Ari Kurniawan mengeluarkan lima keputusan antara lain mengabulkan permohonan praperadilan pemohon sebagian.

Selanjutnya menyatakan tindakan termohon menetapkan pemohon sebagai tersangka dengan dugaan tindak pidana pemalsuan pasal 184 UU No.8/2015, tentang perubahan atas UU No.1/2014, tentang Pemilihan Gubernur, Bupati & Wali Kota jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHAP oleh Reskrimum Polres Rejang Lebong adalah tidak sah & tidak berdasarkan atas hukum & oleh karenanya penetapan tersangka a quo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Kemudian menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan yg dikeluarkan lebih lanjut oleh termohon yg berkenaan dengan penetapan tersangka atas diri pemohon oleh termohon.

Selanjutnya membebankan biaya perkara kepada termohon sejumlah nihil serta menolak permohonan pemohon untuk selain & selebihnya.

Sementara itu, kuasa hukum pasangan SAHE Achmad Tarmizi Gumay usai persidangan menyatakan, putusan hakim PN Curup ini harus mereka syukuri.

“Alhamdulilah, kita sama-sama dengarkan praperadilan kita diterima, jadi dengan diterima ini semuanya sudah berhenti,” mengatakan dia.

Dia menambahkan, dalam kasus praperadilan tersebut pihaknya cuma menguji kasus hukum yg menimpa kliennya & ini bukan masalah menang & kalah tetapi prosedur dalam penanganan kasus itu sendiri.

Sebelumnya, bakal calon (balon) Pilkada Rejang Lebong jalur perseorangan Syamsul Efendi-Hendra Wahyudiansyah (SAHE) ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Rejang Lebong yg tergabung di Sentra Gakkumdu daerah itu dalam kasus dugaan pencatutan KTP & dukungan masyarakat untuk syarat pencalonan.

Kemudian pasangan ini melalui kuasa hukumnya Achmad Tarmizi Gumay mengerjakan perlawanan hukum dengan mengajukan gugatan praperadilan ke PN Curup pada 21 Juli 2020, atas penetapan tersangka pasangan itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *