oleh

Plh Gubernur Kepri minta dukungan DPR RI tangani COVID-19

-Umum-0 views

Plh Gubernur Kepri TS Arif Fadillah memakaikan tanjak (topi khas melayu) kepada anggota Komisi IX DPR RI, Senin (15/2/2021). ANTARA/Ogen.

Ada dua pekerjaan akbar penanganan COVID-19 di KepriTanjungpinang (ANTARA) – Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) TS Arif Fadillah minta dukungan Komisi IX DPR RI untuk mengatasi pandemi COVID-19 di daerah ini, khususnya dalam melindungi masyarakat & penanganan pekerja migran Indonesia (PMI).

beincash

“Ada dua pekerjaan akbar penanganan COVID-19 di Kepri yg harus mendapat dukungan banyak pihak. Pertama adalah melindungi & menjaga seluruh lapisan masyarakat Kepri,” mengatakan Arif Fadillah saat menerima kunjungan kerja Komisi IX Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021 DPR RI, di Aula Wan Seri Beni Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin.

Arif menyebut masyarakat harus dapat mendapatkan penanganan yg baik saat terpapar COVID-19, perawatan secara intensif secara memadai, hingga dengan akhirnya dinyatakan sembuh & kembali beraktivitas.

Kemudian, mengatakan dia, Kepri dihadapkan pada persoalan pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) utamanya dari negara Singapura & Malaysia yg masuk melalui wilayah Kepri.

Ketika mereka dipulangkan atau dideportasi dari negara tetangga, katanya, Kepri harus menyiapkan kebutuhan & keperluan mereka.

Mulai dari saat tiba, mereka harus dilakukan pengecekan kesehatan melalui tes usap, ditempatkan di sejumlah rumah sakit, kebutuhan makan minum hingga dengan pemulangan ke daerah asal.

“Karenanya kami berharap, Komisi IX DPR RI dapat menolong mengatasi permasalahan ini supaya pekerjaan akbar ini dapat segera tuntas, & perlahan Kepri dapat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi,” mengatakan Arif pula.

Arif turut memaparkan sejauh ini perkembangan COVID-19 di Kepri per tanggal 14 Februari 2021 terkonfirmasi mencapai 8.492 orang, kasus aktif 310 orang, sembuh 7.915 orang serta yg meninggal dunia sebanyak 209 orang.

Kepri juga sudah mengerjakan vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan.

Sampai saat ini, pihaknya sudah berikan vaksin untuk tenaga kesehatan mencapai 13.387 orang atau sekitar 91,5 persen cakupan.

“Untuk vaksinasi takaran kedua sudah mencapai 6 437 orang dengan cakupan mencapai 49,8 persen. Kami juga tengah menunggu vaksinasi untuk TNI, Polri hingga berikutnya ASN,” katanya lagi.

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menjelaskan secara biasa penanganan COVID-19 di Kepri sudah sangat baik.

Hanya saja, mengatakan dia, untuk permasalahan penanganan pemulangan TKI yg dihadapi Pemprov Kepri belum mendapatkan dukungan langsung Kementerian Tenaga Kerja.

Apalagi tidak ada anggaran sama sama sekali dari Kementerian Tenaga Kerja, untuk menolong mengatasi permasalahan pemulangan tenaga kerja yg masuk lewat Kepri.

“Ini yg akan kami tanyakan langsung ke Menteri Tenaga Kerja saat rapat nanti,” katanya pula.

Selain persoalan kesehatan, permasalahan tenaga kerja, mulai dari kebutuhan anggaran untuk pelatihan tenaga kerja, ketersediaan Balai Latihan Kerja (BLK) hingga masalah kependudukan banyak mendapat atensi Komisi IX DPR RI.

Adapun anggota DPR RI Komisi IX mengerjakan kunjungan kerja ke Kepri sebanyak 11 orang, dengan didampingi Plt Dirjen Kefarmasian & Alat Kesehtan Arianti Anaya.

Selama kunjungan kerja, rombongan dijadwalkan mengerjakan pertemuan dengan BKKBN Kepri.

Pada kesempatan tersebut diserahkan juga santunan jaminan kecelakaan kerja (JKK) meninggal mendadak plus JHT tenaga kerja/perusahaan atas nama Muhammad Saat PT Global Ciptaprima.
Baca juga: DPR RI apresiasi kinerja Pemprov Kepri tekan COVID-19
Baca juga: 12.605 SDM kesehatan di Kepri sudah divaksin COVID-19

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2001357/plh-gubernur-kepri-minta-dukungan-dpr-ri-tangani-covid-19

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *