oleh

Pergantian Wakil Bupati Pamekasan menunggu petunjuk Kemenkumham

Slot SimakNews.com – Pergantian Wakil Bupati Pamekasan menunggu petunjuk Kemenkumham,

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman (Abd Aziz)

Pamekasan (ANTARA) – Ketua DPRD Pamekasan, Jawa Timur, Fathor Rohman menyatakan, pergantian Wakil Bupati Pamekasan yg kini kosong karena meninggal dunia belum dapat digelar secepatnya, karena masih menunggu hasil konsultasi dari Kementerian Hukum & HAM.

“Konsultasi ke Kementerian ini kami lakukan, karena terkendala tatib,” katanya di Pamekasan, Jumat, menjelaskan tindak lanjut pemilihan Wakil Bupati Pamekasan.

Ketua DPRD Pamekasan ini menjelaskan, tata tertib yg ditetapkan dalam rapat DPRD Kabupaten Pamekasan diketahui ada pasal yg bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di atasnya.

Baca juga: Isak tangis warnai rapat paripurna pemberhentian Wabup Pamekasan
Baca juga: Wabup Pamekasan Raja’e meninggal dunia akibat COVID-19

Salah satunya, seperti tentang usulan bakal calon pengganti bagi bupati & atau wakil bupati yg berhalangan tugas.

“Dalam tatib disebutkan bahwa usulan dapat dari fraksi dari partai pengusung pasangan calon bupati & wakil bupati,” katanya.

Padahal, sambung politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu disebutkan cuma partai pengusung yg berhak mengajukan nama kepada bupati sebagai pengganti wakil bupati, kemudian bupati menindaklanjuti kepada legislatif

“Di tatib kami ada pasal yg seperti itu, & kalau itu dipaksakan maka akan benturan dengan peraturan yg di atasnya, padahal tatib inilah yg jadi badan hukum di kabupaten terkait pergantian Wabup Pamekasan ini,” katanya.

Oleh karenanya, sambung dia, DPRD Pamekasan perlu berkonsultasi kepada terlebih dahulu, terkait adanya dua ketentuan yg bertentangan tersebut, supaya tidak bermasalah di kemudian hari.

Jabatan Wakil Bupati Pamekasan kosong sejak 31 Desember 2020, karena Wakil Bupati Pamekasan Raja’e meninggal dunia pada 31 Desember 2020.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2355770/pergantian-wakil-bupati-pamekasan-menunggu-petunjuk-kemenkumham

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *