20150813merah putih 2 ist600 -
in

Pengibaran Merah Putih sebulan penuh di Makassar belum tersosialisasi

Ilustrasi bendera Merah Putih (Foto: Istimewa)

hampir semua rumah baik di jalan-jalan protokol maupun gang-gang belum ada yg mengibarkan Bendera Merah PutihMakassar (SIMAKNEWS) – Pengibaran Bendera Merah Putih sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia selama sebulan penuh belum tersosialisasi dengan baik kepada warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Advertisements

Pemantauan yg dilakukan selama dua hari yakni tanggal 1 & 2 Agustus atau Sabtu & Minggu, hampir semua rumah baik di jalan protokol maupun gang belum ada yg mengibarkan Bendera Merah Putih.

Beberapa warga yg ditemui, baik masyarakat biasa maupun aparatur sipil negara (ASN) menganggap pengibaran bendera masih mengikuti aturan lama yakni setiap tanggal 10 Agustus atau sepekan menjelang peringatan HUT RI.

Baca juga: Koramil Waghete bagikan bendera Merah Putih ke warga sambut HUT RI

Muhlis warga Jalan Sabutung Baru Makassar, mengatakan, dirinya belum tahu ada aturan yg mengharuskan menaikkan Bendera Merah Putih termasuk umbul-umbul lainnya selama sebulan penuh.

“Belum tahu saya. Semua warga di sini juga belum ada saya tadi pagi pergi berbelanja ke pasar & sepanjang jalan yg saya lewati itu tidak ada rumah yg menaikkan bendera karena memang tahun-tahun sebelumnya itu nanti di tanggal 10 baru dinaikkan,” ujar dia.

Muhlis yg berprofesi sebagai pedagang itu menuturkan, kalau aturan itu tersosialisasi dengan baik, pasti ada beberapa warga yg sudah menaikkan Bendera Merah Putih, tetapi yg dijumpainya itu tidak ada satupun rumah warga menaikkan lebih awal.

Baca juga: Pemkot Bogor gelar Festival Merah Putih

Dia juga mengaku kalau aturannya memang begitu & sudah ada imbauan dari pemerintah setempat dalam hal ini kelurahan atau diumumkan melalui pengeras suara di masjid, maka dirinya akan melaksanakan permintaan tersebut.

“Biasanya kalau ada aturan baru dari pemerintah, biasanya disosialisasikan dari kelurahan & biasa juga lewat pengeras suara di masjid-masjid. Tetapi ini tidak ada. Yang pasti kalau sudah saya tahu aturannya, hari ini juga saya naikkan benderanya,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Rahma, salah seorang ASN di Pemerintah Kota Makassar menuturkan kalau dirinya tidak mengetahui aturan tersebut.

Baca juga: Lembaga Eijkman perkirakan bibit vaksin Merah Putih selesai awal 2021

“Kalau ada aturan baru, pasti kita tahu. Biasanya itu juga di kantor dihinggakan kalau ada aturan baru. Tetapi setahu saya itu belum ada atau dapat juga saya yg tidak tahu,” katanya.

Pengamat Politik Kebangsaan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Arqam Azikin meminta kepada seluruh pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten & kota supaya memasifkan permintaan Sekretariat Negara (Setneg) dalam menaikkan bendera Merah Putih selama sebulan penuh.

“Saya pribadi melihat permintaan dari Mensesneg Pratikno yg meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menaikkan & mengibarkan bendera Merah Putih mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus itu adalah hal yg sangat baik & penting dilakukan,” ujarnya.

Arqam mengatakan, keputusan untuk menaikkan & mengibarkan bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia yg jatuh pada tanggal 17 Agustus dinilainya sangat tepat menumbuhkan semangat juang & patriotisme rakyat yg diaktualisasikan dalam pengibaran bendera tersebut.

Dosen Politik Unismuh Makassar ini menyatakan, semangat kebangsaan yg coba dipupuk dari generasi milenial saat ini, salah satunya dengan memperbanyak durasi pengibaran bendera merah putih yakni sebulan penuh.

Arqam juga meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Mensesneg Pratikno supaya menciptakan surat edaran yg ditujukan kepada seluruh kepala daerah untuk mendukung & memasifkan pengenalan pengibaran bendera merah putih selama sebulan itu.

“Itu hal baik sebagai pengenalan awal bagi seluruh rakyat Indonesia, betapa pentingnya bendera Merah Putih, sekaligus bukan cuma menghimbau ke daerah tetapi mesti dengan edaran yg konkrik supaya para kepala daerah dapat juga dengan segera & masif menyampaikan ke warga masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno meminta bendera merah putih dikibarkan secara serentak di seluruh Indonesia mulai 1 Agustus 2020 untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pratikno juga mengimbau kepada seluruh lembaga negara, para menteri, hingga kepala daerah dapat memasang & mengibarkan bendera merah putih hingga 31 Agustus 2020.

“Memasang & mengibarkan bendera merah putih di antara umbul-umbul serentak mulai tanggal 1-31 Agustus 2020,” ujar Pratikno.

Selain itu, Pratikno meminta pelaksanaan kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19.

“Pelaksanaan hal-hal dimaksud supaya mematuhi protokol kesehatan penanganan & pencegahan COVID-19 & segala pembiayaannya harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” mengatakan dia.

Pratikno juga menyatakan upacara seremoni HUT Ke-75 RI tetap dilaksanakan di Istana Merdeka.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1645218/pengibaran-merah-putih-sebulan-penuh-di-makassar-belum-tersosialisasi

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0