oleh

Pengamat UGM: Liga Arab kecil kemungkinan bantu Palestina

Api & asap membubung selama serangan udara Israel di tengah maraknya kekerasan Israel-Palestina, di Jalur Gaza selatan (11/5/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS / Ibraheem Abu Mustafa/aww)

Yogyakarta (ANTARA) – Pengamat Timur Tengah Universitas Gadjah Mada (UGM) Siti Mutiah Setiawati menilai para pemimpin negara-negara anggota Liga Arab kecil kemungkinan menolong Palestina menghadapi kekerasan yg digencarkan Israel mengingat konflik internal di masing-masing negara itu belum usai.

“Kalau bangsa Palestina terkesan diabaikan negara-negara Liga Arab, karena mereka sendiri punya masalah masing-masing,” mengatakan Siti Mutiah saat dihubungi di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, hingga saat ini tidak sedikit negara-negara Liga Arab yg masih bersitegang dengan sesama anggota. Beberapa negara bahkan masih bermasalah dengan rakyatnya sendiri, & sejumlah negara lainnya justru bersekutu dengan Israel.

Baca juga: PKS kirim surat terbuka minta AS bantu hentikan brutalitas Israel

Ia mencontohkan, Arab Saudi hingga kini masih belum mengakhiri konflik dengan Yaman & berselisih pula dengan Qatar. Demikian juga dengan Suriah yg hingga saat ini masih terjadi krisis antara pemimpin & rakyatnya.

“Uni Emirat Arab & Bahrain malah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Jadi, memang mereka sudah terpecah,” mengatakan dia.

Melihat peta keadaan politik & keamanan di Liga Arab, Mutiah pesimistis negara-negara organisasi itu akan meluangkan tenaga untuk menolong Palestina.

“Mana dapat organisasi yg bermasalah menyelesaikan masalah,” mengatakan dia.

Baca juga: ICMI: Serangan Israel kejahatan kemanusiaan keluar nilai kemanusiaan

Meski demikian, Mutiah manilai bantuan & dukungan yg akbar untuk Palestina masih berpeluang muncul dari negara-negara yg tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Keberpihakan anggota OKI seperti Turki, Indonesia, serta Malaysia cukup jelas mendukung Palestina baik secara moril maupun materiil.

Pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yg terang-terangan mengancam Israel dengan mengerahkan negara-negara Islam, menurut Mutiah, jadi simbol keberpihakan yg cukup berani.

Demikian pula dengan Pemerintah Indonesia, menurut dia, cukup tegas menyatakan keberpihakan kepada Palestina dengan mengucurkan berbagai bantuan moral maupun materi hingga pendirian konsulat kehormatan Republik Indonesia (RI) di Ramallah pada 2016.

Baca juga: Dasco: Tragedi kemanusiaan di Palestina harus segera diakhiri

“Kemudian Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, itu artinya kita mendukung Palestina,” mengatakan dia.

Keberpihakan itu sesuai dengan arah politik luar negeri Indonesia yakni ikut memperjuangkan perdamaian dunia serta ikut menghapuskan penjajahan di muka bumi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Selasa (11/5) sudah menyampaikan posisi tegas Indonesia, bahwa tindakan Israel yg mengusir warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, & menyerang warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsa merupakan tindakan yg tidak dapat dibiarkan.

Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengambil tindakan nyata atas pelanggaran yg terus dilakukan Israel.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2160446/pengamat-ugm-liga-arab-kecil-kemungkinan-bantu-palestina

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *