oleh

Pengamat: Penyederhanaan surat suara tak terlalu fundamental

Slot SimakNews.com – Pengamat: Penyederhanaan surat suara tak terlalu fundamental,

Dokumentasi – Hasil tangkapan layar saat KomisionerKomisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novinda Ginting memaparkan materi di seminar dalam jaringan (daring) yg bertema Menyederhanakan Surat Suara Pemilu Serentak. (1/8/2021). ANTARA/Putu Indah Savitri/pri

Jakarta (ANTARA) – Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini menyarankan supaya penyederhanaan surat suara yg dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak bersifat terlalu fundamental.

“Sebaiknya penyederhanaan surat suara tidak mengubah tata cara pemberian suara,” mengatakan Titi ketika dihubungi oleh ANTARA dari Jakarta, Kamis.

Menurutnya perubahan yg terlalu fundamental akan menyulitkan pemilih & menciptakan kebingungan baru, sehingga akan memerlukan simulasi & pengenalan yg masif.

Perubahan fundamental tersebut merujuk pada desain surat suara yg mengubah tata cara pemberian suara. Dari yg sebelumnya memberi suara dengan cara mencoblos, kini terdapat desain di mana pemilih akan menulis nomor urut calon atau menandai kolom calon sebagai cara untuk memberi suara.

Baca juga: Anggota DPR RI dorong KPU realisasikan penyederhanaan surat suara

Baca juga: Para “King Makers” Pilpres 2024

Perubahan tata cara tersebut juga akan berbenturan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dalam UU tersebut, sudah diatur mengenai tata cara pemberian suara, yaitu dengan cara dicoblos.

“Selama tidak ada perubahan UU atau pun Perpu, maka ketentuan yg ada di dalam UU No. 7 Tahun 2017 harus dipedomani oleh semua pihak, termasuk KPU,” ucap Titi menegaskan.

Oleh karena itu, Titi menyarankan supaya penyederhanaan surat juga mempertimbangkan beberapa aspek, yakni keselarasan dengan tujuan penyelenggaraan pemilu serentak, keadilan & kesetaraan perlakuan bagi jenis-jenis pemilihan yg ada, kemudahan & pemahaman pemilih dalam memberikan suara, serta kemudahan & pemahaman petugas pemilihan dalam mengerjakan penghitungan suara.

“Penyederhanaan surat suara dalam lingkup sistem pemilu proporsional terbuka tetap memerlukan banyak pendidikan pemilih,” tutur mantan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu & Demokrasi (Perludem).

Ia juga mengatakan bahwa pelatihan untuk para petugas tempat pemungutan suara juga diperlukan supaya dapat berfungsi dengan baik

Berdasarkan hal tersebut, Titi mengatakan bahwa desain ulang surat suara tidak boleh tergesa-gesa atau dilakukan terlalu dekat dengan agenda pemilihan umum. “Perlu waktu yg cukup untuk kepentingan pendidikan pemilih & pelatihan para petugas”.

Baca juga: Komisi II DPR: KPU pikir ulang konsep penyederhanaan surat suara

Titi mengatakan bahwa Pemilu 2024 akan sangat kompleks & rumit. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yg sangat baik & matang.

Bukan cuma teknis pemilu yg harus dijaga supaya berjalan berintegritas, ucap Titi, pemilih juga harus dipastikan memiliki pengetahuan & pemahaman yg baik supaya suaranya benar-benar bermakna.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2310358/pengamat-penyederhanaan-surat-suara-tak-terlalu-fundamental

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *