oleh

Pengamat: Pengerahan 63 ribu prajurit “tracer” tunjukkan keseriusan

Slot SimakNews.com

Pengamat: Pengerahan 63 ribu prajurit “tracer” tunjukkan keseriusan

,

Personel polisi & TNI mengikuti apel gelar punggawa kompi tracer (pelacak) & kompi vaksinator COVID-19 di Lapangan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (1/3/2021). . ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jakarta (ANTARA) – Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan pengerahan 63 ribu prajurit TNI dari tiga matra untuk pelacakan (tracer) kasus COVID-19 menunjukkan keseriusan dalam penanganan pandemi.

“Ini menunjukkan keseriusan kita dalam upaya menangani pandemi COVID-19 supaya tidak berlarut & menimbulkan korban jiwa yg lebih banyak lagi,” mengatakan Fahmi di Jakarta, Rabu.

Dia juga sepakat bahwa penangan COVID-19 layak digambarkan sebagai sebuah konsep semesta & berharap supaya segenap potensi & komponen yg diatur Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara (PSDN) dapat dikerahkan.

Fahmi menyatakan pandemi COVID-19 merupakan kondisi darurat kesehatan yg perlu ditangani secara serius & TNI adalah salah satu institusi yg dapat diandalkan & sudah dipersiapkan dalam penanganan keadaan darurat.

Baca juga: Panglima TNI pastikan prajuritnya siap bertugas jadi “tracer” COVID-19

Jika implementasinya berjalan optimal, dia menilai bahwa pelibatan puluhan ribu prajurit itu akan menolong identifikasi kontak erat & penelusuran kasus COVID-19.

Kendati demikian, dia mencermati bahwa sesungguhnya istilah serta prinsip semesta adalah bentuk aktivasi & mobilisasi segenap komponen sumber daya nasional untuk pertahanan negara.

Fahmi menyebutkan bahwa komponen pertahanan negara dalam implementasinya terdiri dari tiga komponen yakni komponen utama yakni TNI, komponen cadangan, & komponen pendukung pertahanan negara.

Menurut dia, implementasi konsep semesta yg sesungguhnya adalah pelibatan tiga komponen tersebut dalam upaya melawan & menghentikan ancaman yg mana dalam hal ini pandemi COVID-19.

Baca juga: TNI kerahkan Babinsa untuk lakukan tracer digital tekan kasus COVID-19

Sayangnya, lanjut Fahmi, di dalam UU PSDN tidak memasukkan wabah sebagai ancaman yg dapat menciptakan mobilisasi komponen-komponen pertahanan negara dapat dilaksanakan.

“Saya kira ada potensi UU yg dapat dipakai namun ada kelemahan sedikit yg perlu diperbaiki artinya memasukkan wabah penyakit sebagai bentuk ancaman yg dapat melibatkan komponen itu saya kira perlu,” ujarnya.

Sebelumnya pada Senin (26/7), Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan sebanyak 63 ribu prajurit dari tiga matra dikerahkan jadi tenaga pelacak kasus COVID-19 untuk menolong pemerintah meningkatkan rasio tracing sehingga penyebaran virus dapat terkendali.

Serupa dengan TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan tujuh ribu tenaga pelacak tambahan.

Baca juga: 63.000 prajurit TNI dikerahkan jadi “tracer” kontak erat COVID-19

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2294946/pengamat-pengerahan-63-ribu-prajurit-tracer-tunjukkan-keseriusan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *