oleh

Pengamat: Pengangkatan Panglima TNI pertimbangkan dua agenda strategis

Slot SimakNews.com – Pengamat: Pengangkatan Panglima TNI pertimbangkan dua agenda strategis,

Pengamat intelijen & keamanan Ngasiman Djoyonegoro. ANTARA/Dok. Pribadi

Pertahanan maritim merupakan aspek pokok dalam mewujudkan visi poros maritim duniaJakarta (ANTARA) – Pengamat Intelijen sekaligus Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro mengatakan pengangkatan Panglima TNI yg kemungkinan dilaksanakan dalam waktu dekat perlu mempertimbangkan dua agenda strategis pertahanan negara.

“Pertama, pengamanan wilayah laut & kepulauan dari pencaplokan oleh negara-negara lain,” mengatakan dia dalam keterangan tertulis yg diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, potensi eskalasi konflik lintas negara di Laut Cina Selatan ke depan cukup tinggi, & dukungan penjagaan laut merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan, termasuk pula upaya diplomasi tetap dijalankan.

Apalagi, kejahatan trans-nasional, misalnya, penyelundupan senjata juga terjadi di laut sehingga dibutuhkan agenda strategis tersebut.

Kedua, mengatakan dia, visi Indonesia sebagai poros maritim dunia perlu dilanjutkan. Hal ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yg besar, kuat & makmur.

Tentunya tujuan tersebut diupayakan melalui pengembalian bukti diri negara sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan & keamanan maritim serta memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia.

“Pertahanan maritim merupakan aspek pokok dalam mewujudkan visi poros maritim dunia,” ujar pria yg akrab dipanggil Simon itu.

Baca juga: Boni Hargens nilai ada empat kriteria calon panglima TNI yg baru

Terkait pengangkatan Panglima TNI tersebut, ia mengakui hal itu merupakan hak prerogatif presiden dimana tidak ada intervensi dari pihak manapun. Namun, diyakini presiden akan melanjutkan tradisi rotasi lintas matra pada pergantian panglima TNI tahun ini.

Sejak reformasi 1998, Panglima TNI dijabat dari tiga matra yakni laut, darat & udara secara bergantian yakni Widodo Adi Sutjipto (TNI AL) pada 1999-2002, Endriartono Sutarto (TNI AD) pada 2002-2006, Djoko Suyanto (TNI AU) pada 2006-2007, Djoko Santoso (TNI AD) pada 2007-2010.

Selanjutnya, Agus Suhartono (TNI AL) pada 2010-2013, Moeldoko (TNI AD) pada 2013-2015, Gatot Nurmantyo (TNI AD) pada 2015-2017 & Hadi Tjahjanto (TNI AU) 2017-sekarang.

“Analisa pribadi saya kalau melihat rute-nya, peluang ada di TNI AL kalau tradisi bergiliran, meskipun masih ada peluang untuk TNI AD. Kalau TNI AU kecil peluang karena sekarang Pak Marsekal Hadi Tjahjanto dari TNI AU,” mengatakan dia.

Di samping itu, ia menyampaikan bahwa secara internal TNI juga memiliki banyak pekerjaan rumah khususnya pada penguatan minimum essential force (MEF) & teknologi alusista.

Tapi yg lebih penting, menurut Simon, seorang Panglima TNI adalah sosok yg memiliki “chemistry” & sepemikiran dengan presiden.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2182046/pengamat-pengangkatan-panglima-tni-pertimbangkan-dua-agenda-strategis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *