oleh

Pengamat: Agenda stabilitas ekonomi-politik tergantung kohesi warga

Slot SimakNews.com – Pengamat: Agenda stabilitas ekonomi-politik tergantung kohesi warga,

Ahmad Erani Yustika. (http://ahmaderani.com) (http://ahmaderani.com/)

Jakarta (ANTARA) – Guru akbar Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika menilai agenda stabilitas ekonomi-politik di Indonesia tergantung dari kohesi atau keserasian hubungan antar warga negara terkait seberapa jauh toleransi atas perbedaan.

“Apabila tidak sanggup membangun kohesi di tengah keberagaman maka instabilitas akan tercipta sehingga ekonomi-politik akan ambruk. Karena itu dibutuhkan moderasi religi di Indonesia,” mengatakan Ahmad Erani dalam webinar bertajuk “Situasi Politik di Afghanistan & Gerakan Radikal-Teroris di Indonesia” yg diadakan The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICR), Selasa.

Dia menilai penting menerapkan prinsip moderasi beragama yaitu cara pandang dalam memeluk agama secara moderat sehingga dapat terbangun sikap toleran atas pandangan yg berbeda.

Menurut dia, cara pandang yg toleran tersebut diperlukan untuk melihat disparitas yg ada di intra maupun antar-agama di Indonesia.

“Lalu perlu menghargai tradisi lokal, ini penting karena Indonesia dibangun di tengah keberagaman etnis, suku, & agama,” ujarnya.

Baca juga: Komnas HAM: Tak jarang keberagaman jadi masalah bersama

Ahmad Erani menilai tanpa ada moderasi religius tersebut maka “bangunan-bangunan” yg sudah dimiliki & akan dikembangkan bangsa Indonesia, tidak ada pijakan kuat.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Badan Ops Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan kemenangan Taliban saat ini dapat menarik kelompok radikal & teroris internasional (FTF) dari seluruh dunia untuk berangkat ke Afghanistan.

Dia menilai Afghanistan akan dijadikan medan perang dengan propaganda bahwa Taliban merupakan representasi dari kelompok yg berjuang demi tegaknya syariat Islam di akhir zaman.

“Kita harus waspada, misalnya selama proses peralihan ini ada banyak orang Indonesia yg kembali dievakuasi atau pulang sendiri yg harus jadi atensi bersama, kalau diplomat tidak masalah tetapi kalau mantan kombatan ISIS harus diwaspadai,” ujarnya.

Baca juga: FKUB paparkan sejumlah tantangan & pendekatan hadapi pandemi

Dia menilai di Indonesia diperkirakan tidak lama lagi akan ada isu penggalangan dana untuk pengungsi, bantuan kemanusiaan bagi warga Afghanistan namun yg jadi persoalan adalah siapa yg menggalangnya & ke mana aliran dana tersebut disalurkan.

Menurut dia, jangan hingga kejadian beberapa waktu lalu terulang seperti yg dilakukan JI atau afiliasi organisasi tersebut yaitu penggalangan dana untuk mengirim orang ke Suriah & Irak.

“Niat baik masyarakat untuk bantuan namun disalahpakai untuk galang dana teror,” katanya.

Dia menilai dibutuhkan upaya resistensi masyarakat kepada propaganda kelompok teror untuk dibendung khususnya dari lingkungan keluarga, komunitas & birokrasi.

Baca juga: Moeldoko ingatkan pentingnya keberagaman & toleransi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2348670/pengamat-agenda-stabilitas-ekonomi-politik-tergantung-kohesi-warga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *