oleh

Peneliti sebut penyederhanaan surat suara jadi tantangan bagi pemilih

Slot SimakNews.com – Peneliti sebut penyederhanaan surat suara jadi tantangan bagi pemilih,

Tangkapan layar diskusi virtual yg digelar Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu 2024 bertajuk “Tantangan Menuju Pemilu Serentak 2024” pada hari Minggu (8/8/2021). ANTARA/Youtube Rumah Pemilu/Muhammad Jasuma Fadholi.

Enam model surat suara yg ditawarkan KPU terlihat cukup rumit & justru menciptakan bingung pemilih.Jakarta (ANTARA) – Peneliti Sindikasi Pemilu & Demokrasi (SPD) Aqidatul Izza Zain mengatakan bahwa rencana penyederhanaan surat suara untuk Pemilu Serentak 2024 yg digagas Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan jadi tantangan bagi pemilih.

“Tantangan akbar bagi masyarakat atau pemilih mengenai kebingungan pada hari-H saat pencoblosan, bagaimana mereka memberikan suaranya,” mengatakan Izza dalam diskusi virtual yg diselenggarakan Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu 2024 bertajuk “Tantangan Menuju Pemilu Serentak 2024”, Minggu.

Ia menyebutkan enam model surat suara yg ditawarkan KPU terlihat cukup rumit & justru menciptakan bingung pemilih karena di antaranya berupaya menggabungkan lima surat suara jadi satu. Terlebih, ketika berbicara pemilih usia lanjut atau memiliki keterbatasan lainnya.

Menurut dia, rencana penyederhanaan surat suara Pemilu Serentak 2024 kemudian pada akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah nantinya akan memudahkan atau menyulitkan pemilih.

Di samping itu, rencana mencantumkan nama-nama calon & nama-nama partai politik di bilik suara akibat penyederhanaan itu juga patut jadi perhatian mengingat dapat menimbulkan potensi kecurangan.

“Bisa saja ada salah satu pemilih yg datang perdana ke bilik suara tetapi nanti diberi tanda pada salah satu opsi itu ‘kan juga dapat menimbulkan kecurangan & nanti itu dipertanyakan,” ujarnya.

Izza juga menyoroti mengenai usulan perubahan tata cara pemberian suara dari mencoblos jadi mencontreng atau menulis pilihan.

Hal itu dikarenakan selain bermakna harus ada regulasi yg diubah, tantangan dari aspek pola pikir pemilih selama ini yg lebih terbiasa dengan mencoblos juga patut jadi perhatian yg dikhawatirkan berpengaruh pada tingkat suara tidak sah.

“Kalau tata cara pemberian suara diubah lagi, dapat menimbulkan suara tidak sah karena mindset pemilih bahwa pemilu itu mencoblos, menulis ditakutkan menciptakan kekaburan,” katanya.

Catatan penting yg dihinggakan Izza bahwa penyederhanaan surat suara tidak cuma untuk memudahkan & meringankan beban penyelenggara, tetapi pada prinsipnya adalah untuk memudahkan & ramah bagi pemilih serta tidak menimbulkan kebingungan di tempat pemungutan suara (TPS).

Sebelumnya, KPU tengah merancang penyederhanaan surat suara Pemilu Serentak 2024 dengan enam model & tiga opsi di antaranya menggabungkan lima tipe pemilihan dalam satu surat suara, yakni Pemilu Presiden & Wakil Presiden, Pemilu DPR, Pemilu DPD, serta pemilu DPRD provinsi & kabupaten/kota.

Tiga model opsi lainnya, yakni dengan mengerjakan pemisahan surat suara DPD dengan surat suara Pemilu Presiden & Wakil Presiden, Pemilu DPR, & pemilu DPRD.

Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan bahwa segala masukan dari berbagai pihak akan jadi bahan pertimbangan.

“Masukan & respons dari berbagai pihak tentu jadi bagian yg akan dipertimbangkan untuk mengusulkan opsi penyederhanaan ini,” mengatakan anggota KPU Evi Novida Ginting Manik, Jumat (6/8).

Baca juga: Pengamat Pemilu harap pemilihan Presiden & DPRD tak digabung

Baca juga: Komisi II DPR: KPU pikir ulang konsep penyederhanaan surat suara

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2314926/peneliti-sebut-penyederhanaan-surat-suara-jadi-tantangan-bagi-pemilih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *