oleh

Penangkapan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik sampai Harus Libatkan 2 Polda & 2 Polres Lantaran….

Online – Polisi menangkap G, terduga pelaku fetish kain jarik di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2020) sore.

G merupakan mantan mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya yg sempat viral karena kasus pelecehan seksual berkedok riset. Penangkapan G melibatkan regu gabungan dari Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polda Kalteng, & Polres Kapuas.

“Tadi pagi diterbangkan ke Surabaya. Pukul 11 siang tadi sudah hingga di Mapolrestabes Surabaya,” mengatakan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Arif Risky saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2020).

Sejauh ini, sudah ada tiga laporan yg diterima Polrestabes Surabaya & Polda Jatim tentang pelecahan seksual tersebut. Sebelumnya diberitakan, sebuah utas tautan berisi curhat seorang mahasiswa viral di media sosial Twitter sejak Kamis (30/7/2020).

Pemilik akun mengaku korban predator “Fetish Kain Jarik” oleh seorang mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya (Unair) berinisial G.

Peristiwa itu terjadi saat korban jadi peserta mahasiswa baru. Korban & pelaku berkuliah di kampus yg berbeda. G tiba-tiba mem-follow akun Instagram korban & dari situ keduanya intens berkomunikasi.

G meminta korban bersedia dibungkus dengan kain jarik selama tiga jam layaknya jenazah manusia yg meninggal dunia. G beralasan hal itu untuk riset.

Terkait kejadian itu, Universitas Airlangga ( Unair) Surabaya memutuskan untuk mengeluarkan G dari kampus.

Ketua Pusat Informasi & Humas Unair Suko Widodo mengatakan, keputusan itu diambil setelah komite etik kampus menilai G melanggar etik & mencoreng nama baik Unair. Tindakan G, menurut Suko, dianggap mencoreng nama baik Unair sebagai institusi pendidikan yg menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul “Penangkapan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik hingga Harus Libatkan 2 Polda & 2 Polres”,

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *