uang -
in

Penampakan Duit Rp 56 Miliar Hasil Kejahatan COVID-19, 3 Pelaku Ditangkap!!

Online – Bareskrim Polri menangkap tiga warga negara Indonesia (WNI) pelaku penipuan pembelian ventilator & monitor COVID-19 oleh sindikat internasional. Saat ini Polri tengah memburu B, warga negara asing (WNA), yg diduga sebagai otak penipuan.
“Dari ketiga tersangka ini, masih ada 1 tersangka yg diduga WNA ialah yg kita duga sebagai mastermind, orang Indonesia menyiapkan dokumen-dokumennya,” mengatakan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020).

Ketiga WNI yg ditangkap berinisial SB, R, & TP. Helmy mengatakan informasi terkait para pelaku yg mengetahui adanya transaksi Italia & China masih ditelusuri. Penelusuran bekerja sama dengan Interpol Italia.

Advertisements

“Untuk sementara ini terputus (ada informasi transaksi Italia & China), tetapi kami sudah bekerja sama dengan Direktorat Siber untuk mengerjakan tracing & kerja sama dengan Interpol Itali, karena untuk dapat mengetahui IP address-nya & lain sebagainya akan kita dalami,” mengatakan Helmy.

Dalam kasus ini, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan awalnya ada perusahaan asal Italia, yaitu Althea Italy, & perusahaan asal China, yaitu Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics, yg mengerjakan kontrak jual-beli terkait dengan peralatan medis ventilator & monitor COVID-19.

“Beberapa kali pembayaran sudah dilakukan kemudian di pertengahan perjalanan ada seorang yg mengaku GM dari perusahaan Italia tersebut kemudian menginformasikan bahwa terjadi perubahan rekening terkait dengan masalah pembayaran sehingga kemudian atas pesan yg masuk dari email tersebut kemudian rekening untuk pembayaran diubah mengpakai bank di Indonesia,” mengatakan Sigit.

Interpol Indonesia kemudian mendapatkan informasi adanya dugaan tindak pidana penipuan dari Interpol Italia. Selanjutnya informasi itu diteruskan ke Subdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Polri.

Berdasarkan hasil penelusuran, regu dari Bareskrim Polri menduga ada tindak pidana yg dilakukan oleh sindikat internasional Nigeria-Indonesia dengan modus Business Email Compromise (BEC) perusahaan Althea Italy. Korban diketahui sudah mengerjakan transfer sebanyak tiga kali ke rekening salah satu bank di Indonesia senilai EUR 3.672.146,91 atau setara dengan Rp 58.831.437.451,00.

Ketiga pelaku ditangkap di tiga lokasi, yakni Jakarta, Padang, & Bogor. Sedangkan satu orang lain, yaitu warga negara asing (WNA) berinisial DM alias B, masih dalam pengejaran & sudah ditetapkan sebagai DPO.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP, Pasal 263 KUHP, Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011, Pasal 45A ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016, Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 19 Tahun 2016, Pasal 55 KUHP, Pasal 56 KUHP, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010, Pasal 4, 5, 6, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010. Adapun barang bukti yg diamankan yaitu uang pada rekening penampungan sejumlah Rp 56 miliar, 2 unit mobil, aset tanah & bangunan di Banten & Sumatera, serta dokumen perusahaan.(detik.com/artikelasli)

Report

What do you think?

592 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0