oleh

Pemprov Jatim siagakan 302 personel tim pemantau ASN nekat mudik

Ilustrasi – Calon penumpang memasuki KMP Satya Kencana di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (6/5/2021). (ANTARA/Seno)

bagi ASN ini larangan merupakan penegasan karena ada sanksi yg menyertainya kalau dilanggarSurabaya (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiagakan 302 personel di regu pemantau larangan mudik aparatur sipil negara (ASN) di 17 titik penyekatan sebagai tindak lanjut aturan pelarangan mudik menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Jika nekat maka ancamannya adalah sanksi disiplin tingkat sedang hingga berat,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jatim sekaligus Ketua Tim Pemantau Larangan Mudik ASN, Nurkholis, di Surabaya, Kamis.

Tim pemantau tersebut terdiri atas unsur Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Inspektorat Jatim, Dinas Perhubungan Jatim, & Satpol PP Jatim.

Larangan mudik tercantum dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jatim Nomor 800/2230/204.3/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah, Mudik & Cuti bagi ASN Pemprov Jatim selama masa pandemi COVID-19, & selanjutnya dijelaskan secara spesifik dalam SE Sekdaprov Jatim Nomor 800/2625/204.3/2021.

Dalam ketentuannya, ASN maupun PTT-PK (Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja) dilarang mengerjakan kegiatan ke luar daerah, mudik maupun cuti mulai 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Kemenkumham larang seluruh pegawai mudik Idul Fitri

Selama pemberlakuan larangan tersebut, mengatakan dia, setiap ASN & PTT-PK wajib presensi melalui e-Presensi Mobile setiap hari.

Tak cuma itu, mengatakan dia, selama libur & cuti bersama Lebaran presensi bekerja dari rumah (WFH) wajib dilakukan hingga tiga kali.

Untuk memastikan larangan tersebut berjalan efektif, Pemprov Jatim sudah membentuk regu pemantauan larangan mudik untuk memastikan ASN tidak mengerjakan kegiatan berpergian ke luar daerah selama libur Idul Fitri tahun ini.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan semua ikhtiar terus dilakukan untuk mengerjakan pengendalian penularan COVID-19 secara maksimal.

Terlebih, mengatakan dia, saat ini kurva penularan COVID-19 di Jatim sedang melandai sehingga kondisi ini harus terus dijaga dengan membatasi mobilitas masyarakat untuk sementara & menghindari kerumunan.

“Secara biasa masyarakat sudah dilarang untuk mengerjakan mudik Lebaran, & bagi ASN ini larangan merupakan penegasan karena ada sanksi yg menyertainya kalau dilanggar. Mohon kita dapat sama-sama legawa mematuhinya,” mengatakan dia.

Bagi ASN yg tempat kerjanya berada di luar kota & pulang pergi (PP) setiap hari, Gubernur Khofifah meminta mereka membekali diri dengan surat keterangan yg ditandatangani kepala OPD masing-masing.

“Tim pemantau ini akan bergabung di titik poin penyekatan mudik yg sudah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota & Polres setempat,” tuturnya.

Baca juga: ASN Kemendes PDTT dilarang mudik dengan alasan apapun
Baca juga: BKD harapkan Kepala SKPD turut awasi larangan mudik
Baca juga: Menpan RB minta ASN jadi contoh tidak mudik Lebaran 2021

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2142734/pemprov-jatim-siagakan-302-personel-tim-pemantau-asn-nekat-mudik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *