oleh

Pemindahan ibu kota negara sebagai langkah revolusioner Jokowi

Slot SimakNews.com – Pemindahan ibu kota negara sebagai langkah revolusioner Jokowi,

Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat presentasi desain ibu kota negara baru di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo mengapresiasi sejumlah rancangan yg terpilih dari total 755 peserta sayembara desain ibu kota baru yg nantinya akan dipilih satu rancangan tata kota untuk dipakai. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Jakarta (ANTARA) – Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merupakan langkah revolusioner pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, peningkatan sumber daya manusia, sekaligus mendorong kemajuan peradaban bangsa.

Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, yg berada di tengah-tengah Negara Kesatuan Republik Indonesia, akan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah lain dengan lebih cepat.

Pemindahan ibu kota akan mendorong pertumbuhan infrastruktur & perekonomian, peningkatan kualitas & kompetensi sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

Dengan demikian, peluang pemerataan pembangunan ke wilayah sekitar akan lebih mudah kalau dibandingkan pertumbuhan terpusat di Pulau Jawa.

Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal IV-2020, dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Rp15.434,2 triliun, sebanyak 58,75 persen di antaranya masih didominasi Pulau Jawa, diikuti Sumatera 21,36 persen, Kalimantan 7,94 persen, Sulawesi 6,66 persen, Bali & Nusa Tenggara 2,94 persen, serta Maluku & Papua 2,34 persen.

Hal tersebut menunjukkan ketimpangan yg sangat nyata. Diharapkan dengan pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur, maka jangkauan & perhatian seluruh pemangku kepentingan kepada pemerataan pembangunan ke wilayah lain akan lebih terbuka.

Pembangunan Ibu kota negara yg baru memiliki tujuan mulia & harus didukung seluruh pihak.

Tanpa adanya langkah revolusioner yg berani dari seorang Presiden bernama Joko Widodo, maka wacana pemindahan ibu kota mungkin akan terus tertunda.

Namun demikian, dibutuhkan perencanaan jangka menengah & panjang dalam pembangunan ibu kota negara yg baru ini. Terlebih di tengah masa pandemi yg mengharuskan pemerintah merealokasikan anggaran untuk penanganan COVID-19.

Dengan perencanaan yg matang, Indonesia dapat segera lepas landas membangun ibu kota negara saat pandemi mulai mereda.

Upaya-upaya perencanaan jangka menengah & panjang perlu ditempuh dengan cara-cara yg tidak biasa.

Sejauh ini pemerintah sudah menetapkan bahwa skema pembiayaan ibu kota negara yg baru tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan & Belanja Negara (APBN).

Skema pembiayaan terbesar berasal dari kerja sama pemerintah dengan badan usaha serta kontribusi & investasi pihak-pihak swasta.

Selaian itu peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus disiapkan dengan terukur, tidak cuma oleh pemerintah, namun juga generasi penerus, misalnya mahasiswa.

Mahasiswa hendaknya turut mempersiapkan diri menyongsong peluang-peluang yg akan muncul di ibu kota negara yg baru.

Peluang tersebut terbuka tidak cuma dari sisi ekonomi, melainkan juga dari sisi kepemimpinan politik.

Mahasiswa dapat mempersiapkan dirinya untuk mengambil peluang dalam kepemimpinan politik nasional ke depan.

Kemajuan peradaban

Koordinator Staf Khusus Presiden RI AAGN Ari Dwipayana mengatakan pembangunan ibu kota negara (IKN) yg baru adalah wujud nyata pembangunan peradaban sebagai representasi kemajuan bangsa.

Menurut Ari Dwipayana, pemindahan ibu kota negara memiliki urgensi, sebab beban DKI Jakarta sebagai ibu kota ke depan akan semakin berat, baik sebagai pusat pemerintahan maupun sebagai pusat bisnis.

Dia juga sepakat bahwa pemilihan Kalimantan Timur sebagai letak pembangunan ibu kota baru sangatlah tepat. Selain karena di Kalimantan Timur minim risiko bencana, tingkat kepadatan penduduknya masih rendah, juga sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan.

Posisi geo strategis Kalimantan Timur di tengah Indonesia, dinilainya akan memudahkan bagi upaya-upaya pemerataan ekonomi, khususnya ke wilayah Indonesia Timur yg masih tertinggal.

Pemindahan ibu kota memang diharapkan memberikan akibat ekonomi yg signifikan dengan sanggup mendorong perdagangan antarwilayah & mendorong penciptaan kesempatan kerja yg lebih besar.

Pembangunan Ibu kota negara yg baru ini akan jadi bagian dari sejarah penting bangsa Indonesia, di mana ibu kota yg baru akan jadi inisiatif ide karya anak bangsa, bukan warisan kolonial.

Bangsa Indonesia akan membuktikan kemampuannya dalam membangun ibu kota negara yg diharapkan.

Talenta muda Indonesia tentu harus bergotong-royong mewujudkan hal tersebut, selain juga membuka peluang kolaborasi dengan talenta global.

Inilah mengapa pembangunan ibu kota turut merepresentasikan kemajuan peradaban bangsa.

Presiden Jokowi sendiri sudah mengingatkan perpindahan ibu kota negara yg baru, bukan semata-mata memindahkan pusat pemerintahan, gedung-gedung & mencari letak yg strategis atau merancang desain arsitektur yg indah. Melainkan juga harus memiliki visi yg akbar ke depan.

Pertama, visi jadi smart metropolis yg compact & modern. Kedua, harus dirancang jadi kota yg inklusif, atraktif, humanis, ramah & nyaman bagi semua kalangan.

Ketiga, ibu kota negara yg baru jadi representasi bukti diri bangsa dengan mengapresiasi budaya Indonesia yg majemuk.

Keempat, mendorong tumbuhnya smart economy, ekonomi berbasis riset & inovasi, serta sanggup menciptakan kesempatan kerja baru.

Kelima, dirancang sebagai superhub dari daerah sekitarnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyampaikan pembangunan ibu kota negara yg baru harus diikuti pula dengan pertumbuhan di desa-desa & kota lain.

Hal tersebut bertujuan supaya terjadi keseimbangan dalam pembangunan.

Apa yg dihinggakan Erick Thohir memang benar. Sebagai antisipasi lonjakan pertambahan jumlah penduduk Indonesia ke depan, maka pembangunan tidak dapat cuma dilakukan di ibu kota negara yg baru, melainkan di semua wilayah secara beriringan.

Tujuannya supaya kepadatan jumlah penduduk dapat tersebar ke sejumlah wilayah lain, tidak cuma menumpuk di ibu kota yg baru.

Pada intinya ibu kota negara yg baru haruslah jadi penggerak ekonomi bangsa di masa depan sekaligus bukti diri nasional yg selaras dengan bhineka tunggal ika.

Pembangunan ibu kota negara yg baru harus sanggup menjawab persoalan pemerataan pembangunan yg selama ini kerap mengemuka, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan & partisipasi masyarakat lokal.

Semuanya mesti ditempuh dengan cara-cara baru yg inovatif & luar biasa, secara bersama-sama, dalam semangat mewujudkan Indonesia Maju.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2246042/pemindahan-ibu-kota-negara-sebagai-langkah-revolusioner-jokowi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *