oleh

Pelajar SMP Di Surabaya Akan Gelar Demo Terhadap Mendikbudristek Nadiem Makarim

Slot SimakNews.com – Pelajar SMP Di Surabaya Akan Gelar Demo Terhadap Mendikbudristek Nadiem Makarim,

Online – Sebentar lagi ajaran baru akan segera dimulai. Masing-masing pelajar tengah mempersiapkan dirinya untuk memasuki ke jenjang yg lebih tinggi, misal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/SMK).

Maka dari itu, sudah banyak beberapa siswa yg mulai mendaftar ke sekolah-sekolah tingkat selanjutnya. Akan tetapi ada sejumlah aturan yg dianggap jadi penghalang untuk dapat mendaftar ke sekolah yg diharapkan, seperti jalur zonasi.

Sejumlah pelajar SMP yg tergabung dalam Aliansi Pelajar Surabaya (APS) akan menggelar demonstrasi sebagai bentuk protesnya atas sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 SMA/SMK berdasarkan zonasi. Ketua APS Mirza Akmal Putra mengatakan bahwa aksi tersebut akan diikuti oleh siswa kelas IX yg tidak setuju dengan sistem PPDB zonasi.

“Pelajar yg ikut utamanya adalah para pejuang PPDB,” terang Mirza saat dihubungi CNNIndonesia, Rabu (2/6). “Pelajar kelas IX SMP, kemudian disusul dengan kakak-kakak atau adik-adik kelasnya.”

Mirza mengatakan bahwa aksi demonstrasi tersebut akan dilakukan melalui dua cara. Adapun cara tersebut yakni melalui demonstrasi langsung di Gedung Negara Grahadi & kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur. Kemudian aksi di depan rumah mereka masing-masing, lalu disebar melalui media sosial.

Dalam aksi demonstrasi yg dilakukan di depan rumah, masing-masing dari mereka akan membawa poster berisikan tuntutan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. “Teman-teman berdiri di depan rumahnya masing-masing dengan membawa kertas berisikan protes mereka,” jelas Mirza.

Mirza menuturkan aksi demonstrasi dilakukan dengan model seperti itu lantaran masih dalam keadaan pandemi COVID-19. Meski begitu, ia meyakini bahwa tuntutan tersebut akan hingga ke pemangku jabatan, khususnya Nadiem.

Lebih lanjut, Mirza menjelaskan ada tiga tuntutan yg dilayangkan APS kepada Nadiem. Adapun tuntutan yg perdana yakni mereka meminta pemerintah mengkaji ulang sistem zonasi PPDB.

Kedua, mereka meminta jalur zonasi PPDB ditiadakan karena tidak relevan dengan fasilitas di daerahnya. Kemudian yg terakhir adalah mereka meminta pemerintah memberikan solusi bagi CPDB (Calon Peserta Didik Baru) SMA/SMK 2021 yg tidak lolos & terpaksa melanjutkan di sekolah swasta atau bahkan putus sekolah. (wowkeren.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *