oleh

Panglima TNI: Kekuatan udara penentu kemenangan perang modern

Dokumentasi – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat menyampaikan Pengarahan kepada Prajurit TNI & Anggota Polri di Mapolda Kepri, Jumat (53/2021). ANTARA/HO-Puspen TNI.

Apabila kita melihat kembali sejarah peperangan modern, kita akan melihat bahwa kekuatan udara jadi ‘game changer’ di medan pertempuranJakarta (ANTARA) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan kekuatan udara jadi penentu kemenangan dalam hampir setiap konflik/perang modern di dunia. “Apabila kita melihat kembali sejarah peperangan modern, kita akan melihat bahwa kekuatan udara jadi ‘game changer’ di medan pertempuran,” mengatakan Panglima TNI saat jadi pembicara dalam “Seminar Internasional Air Power 2021” yg ditayangkan Airmen TV di YouTube, Rabu. Menurut dia, Perang Dunia II jadi catatan sejarah yg paling lengkap bagi kebangkitan kekuatan udara sebagai senjata mematikan baru dalam pertempuran. “Kita masih ingat bagaimana armada pasifik Amerika Serikat di Pearl Harbour dilumpuhkan oleh skuadron pesawat tempur Jepang yg diluncurkan dari kapal induk,” tutur mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) ini.

beincash

Baca juga: Wamenhan: Kekuatan udara RI relatif berimbang dengan negara di kawasan

Baca juga: Kasau: Korpaskhas ujung tombak kekuatan TNI AU dalam operasi udara Sejarah juga mencatat bagaimana “battleship” kerajaan Inggris, HMS Prince of Wales & HMS Repulse tidak berdaya menghadapi serangan udara pesawat tempur Jepang di Laut China Selatan pada tahun 1941. “Nilai strategis kekuatan udara mencapai puncaknya ketika pesawat pembom B29 Superfortres menjatuhkan bom atom di Hiroshima & Nagasaki, & mengakhiri perang Pasifik,” papar Marsekal Hadi. Penentu kekuatan udara juga terlihat dalam operasi badai gurun koalisi pimpinan AS di Irak ditentukan oleh kemampuan pesawat siluman F-117 Nighthawk. Pesawat F-177 Nighthawk sanggup terbang rendah & menghancurkan instalasi listrik serta melumpuhkan kemampuan pertahanan udara Irak, & membuka jalan bagi serangan udara selanjutnya. “Operasi tersebut terbukti berhasil menarik mundur punggawa Irak dari Kuwait. Yang baru saja terjadi, saya kira semua juga melihat di media, konflik antara Azerbaijan & Armenia di Nagorno-Karabakh yg patut kita jadikan pembelajaran. Kemenangan Azerbaijan atas Armenia sudah membuka mata dunia kepada kekuatan udara baru yg efisien & mematikan yaitu pesawat tempur nirawak atau ‘Unmanned Combat Aerial Vehicle’ (UCAV),” papar Panglima TNI. Saat ini, lanjut Marsekal Hadi, kemampuan UCAV tidak cuma dipakai dalam misi penyerangan taktis, tetapi jadi drone taktis & strategis untuk jadi mata di udara. Oleh karena itu, mantan Irjen Kementerian Pertahanan ini mengharapkan TNI AU terus mencermati teknologi pesawat tempur nirawak atau UCAV sebagai alutsista modern.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2073450/panglima-tni-kekuatan-udara-penentu-kemenangan-perang-modern

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *