oleh

Panglima TNI, Kasal bahas modernisasi alutsista bersama Komisi I DPR

Personel TNI membawa karangan kembang & menaburkan kembang di perairan utara Bali, Labuan Lalang, Buleleng, Bali, Kamis (29/4/2021). Kegiatan tabur kembang tersebut dilakukan sebagai penghormatan terakhir bagi seluruh awak KRI Nanggala-402 yg gugur setelah kapal selam itu tenggelam di perairan utara Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf.

Jakarta (ANTARA) – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, & Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Yudo Margono, menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR di Jakarta, Kamis, membahas salah satunya modernisasi & evaluasi sistem kesenjataan.

Dalam rapat kerja itu, ada tiga agenda yg dibahas, yaitu penjelasan peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402, kondisi terkini sistem kesenjataan TNI AL, & rencana modernisasi sistem kesenjataan, khususnya kapal selam.

Tjahjanto saat membuka sesi paparan, menyatakan, rapat kerja itu jadi kesempatan baik bagi TNI untuk melaporkan kondisi & evaluasi arsenalnya ke DPR.

Namun, sesi pembahasan mengenai kondisi alutsista & modernisasi alutsista, termasuk kapal selam TNI AL, berlangsung secara tertutup & tidak dapat diliput oleh awak media.

Baca juga: TNI AL akui kesulitan evakuasi KRI Nanggala

“Saat ini jadi waktu yg tepat untuk mengerjakan evaluasi tentang kondisi alutsista TNI, khususnya kapal selam yg dimiliki oleh TNI AL, & langkah-langkah yg akan dilakukan untuk melanjutkan modernisasi kapal selam,” mengatakan dia.

Pembahasan mengenai kondisi alutsista & rencana modernisasi kapal selam TNI AL berlangsung setelah KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan utara Pulau Bali saat latihan penembakan rudal & torpedo bulan lalu.

Dalam rapat itu, dia meminta Margono untuk menjelaskan mengenai kronologi tenggelamnya KRI Nanggala-402, aksi penyelamatan, bantuan-bantuan dari negara-negara sahabat, serta riwayat pemeliharaan & perbaikan kapal selam itu.

Baca juga: Asosiasi awak kapal selam Jerman berduka bagi kru KRI Nanggala 402

Margono, di hadapan sejumlah anggota Komisi I DPR, menjelaskan bagian KRI Nanggala-402, yaitu periskop & lampu pengenal, masih dapat dilihat kapal penjejak sea raider milik Komando Pasukan Katak TNI AL pada pukul 03.00 WITA, 21 April 2021.

“Dalam jarak 50 meter, mereka dapat melihat langsung kondisi malam selam KRI Nanggala-402 saat itu (menjelang menyelam ke kedalaman, Red),” mengatakan Yudo.

Namun hingga pukul 05.00 WITA, 21 April, KRI Nanggala-402 tidak juga muncul & komunikasi dengan kapal putus. Alhasil, diapun memerintahkan jajarannya untuk mengerjakan pencarian.

Baca juga: Dubes Rusia hinggakan belasungkawa atas tenggelamnya KRI Nanggala-402

“Di sana ada sekitar 21 KRI yg bersamaan pada latihan tersebut & ada KRI yg memiliki sonar sehingga dapat langsung melaksanakan pencarian. Proses pencarian memakan waktu mulai 21-25 April, di mana pada 24 April pukul 15.00 WITA KRI Nanggala-402 dinyatakan subsunk,” katanya.

Ia juga mengatakan mereka sudah melaporkan insiden itu ke panglima TNI & Presiden Joko Widodo beberapa jam setelah kejadian pada 21 April 2021.

“Kami melaporkan ke Bapak Presiden tentang kejadian ini. Kami hinggakan bahwa kami Kasal bertanggung jawab atas kejadian ini,” mengatakan dia dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2142126/panglima-tni-kasal-bahas-modernisasi-alutsista-bersama-komisi-i-dpr

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *