oleh

Pangdam Kasuari ingatkan warga Manokwari tidak mudik jelang Lebaran

Panglima Daerah Militer XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (kiri) memberi paket bantuan sosial ke perwakilan yayasan di Kampung Aimasi, Manokwari, Papua Barat, Senin (10/5/2021). ANTARA/HO-Pendam XVIII/Kasuari.

Mari kita ikuti apa yg jadi imbauan pemerintahJakarta (ANTARA) – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengingatkan warga Manokwari, Papua Barat untuk tidak pulang ke kampung halaman atau mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri demi mencegah penyebaran COVID-19.

“Mari kita ikuti apa yg jadi imbauan pemerintah. Selanjutnya apa yg jadi tradisi, budaya, adat, yg paling penting adalah faktor kemanusiaan. Tidak boleh ada korban-korban lagi karena COVID-19,” mengatakan Nyoman Cantiasa di sela kegiatan bakti sosialnya, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya yg diterima di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan pengalaman seremoni hari Lebaran pada tahun lalu, yg juga berlangsung di tengah keadaan pandemi COVID-19, harus jadi pembelajaran bagi warga di Manokwari.

“Pengalaman tahun lalu harus kita jadikan pembelajaran. Tahun ini, kita bertekad supaya COVID-19 ini selesai, sehingga tahun depan kita dapat melaksanakan Lebaran atau pulang kampung,” mengatakan dia menambahkan.

Jelang penghujung bulan suci Ramadhan, Pangdam Kasuari memimpin kegiatan bakti sosial untuk kelompok anak-anak yatim piatu & masyarakat kurang sanggup di Kampung Aimasi, Satuan Permukiman (SP) 3, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Senin.

Bantuan yg diberikan oleh Kodam XVIII/Kasuari dalam kegiatan itu, antara lain 78 paket bingkisan yg beberapa di antaranya diberikan ke anak-anak yatim piatu di Yayasan Salafiyah, Prafi, Manokwari.

Dalam kesempatan itu, saat menyerahkan bantuan, Nyoman Cantiasa mengajak anak-anak supaya senantiasa bersyukur.

“Kita masih bersyukur diberikan tangan, kaki, mata, karena masih ada saudara-saudara kita yg lebih berat lagi menjalani hidup ini. Untuk itu, sekali lagi mari kita sering bersyukur karena diberikan kesehatan & kehidupan,” ujar Nyoman Cantiasa.

Di hadapan anak-anak, Pangdam Kasuari juga mengajak mereka supaya senantiasa menjaga kerukunan & menghindari paham-paham radikal teroris.

Ia menitipkan pesan kepada para pembina yayasan & pengajar agama di tempat itu untuk senantiasa memberi ajaran yg menghormati nilai-nilai kemanusiaan, sehingga bibit-bibit radikalisme tidak mudah tumbuh subur sebagaimana terjadi di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

“Di Agama Islam, ada yg namanya hablum minannas, atau hubungan baik antarmanusia satu dengan yg lainnya. Agama Kristiani ada yg namanya Cinta Kasih, & Hindu mengajarkan Tat Twam Asi, yaitu Aku Adalah Engkau, Engkau Adalah Aku,” mengatakan Nyoman Cantiasa seraya menambahkan ajaran itu merupakan pedoman untuk hidup rukun & damai.

Ketua Yayasan Salafiyah Abdul Kholik Bukhori menyampaikan apresiasinya atas kegiatan bakti sosial Kodam XVIII/Kasuari.

“Kami merasa gembira, bangga, & berterima kasih karena kampung kami dipilih sebagai tempat untuk menyalurkan bingkisan bagi kaum duafa & yatim piatu,” mengatakan Abdul Kholik.

Selain ke Yayasan Salafiyah, Pangdam Kasuari bersama rombongan juga menggelar bakti sosial di Pondok Pesantren Hidayatullah & Balai Kampung Aimasi.

Dalam kegiatan itu, Nyoman Cantiasa didampingi oleh jajarannya, antara lain Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Djoko Andoko, para pejabat Kodam XVIII/Kasuari, serta Pengurus Persit KCK PD XVIII/Kasuari.
Baca juga: Pangdam Kasuari titip pesan perdamaian buat santri di Manokwari
Baca juga: Pangdam Kasuari buka komunikasi dengan tokoh Papua cegah paham radikal

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2149970/pangdam-kasuari-ingatkan-warga-manokwari-tidak-mudik-jelang-lebaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *