oleh

Pangdam Kasuari buka komunikasi dengan tokoh Papua cegah paham radikal

Dokumentasi – Panglima Daerah Militer XVIIIKasuari Mayjen TNI I NyomanCantiasa memberi paparan saat jadi pembicara sesi diskusi bersama sejumlah organisasi masyarakat Papua Barat di Manokwari, Papua Barat, Jumat (30/4/2021). ANTARA/HO-Pendam XVIII Kasuari.

Jakarta (ANTARA) – Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan pihaknya berkomitmen membuka komunikasi bersama tokoh-tokoh masyarakat di Papua Barat demi mencegah penyebaran paham-paham ekstrim & radikal di daerah tersebut.

Dalam keterangan tertulis Penerangan Kodam (Pendam) XVIII Kasuari yg diterima di Jakarta, Sabtu, Nyoman Cantiasa mengatakan bahwa seluruh kelompok masyarakat harus mewaspadai adanya ancaman paham radikal & separatis yg kerap menyasar generasi muda.

Terkait itu, ia berpendapat tokoh-tokoh masyarakat memiliki peran penting mencegah paham-paham tersebut disebarkan oleh pihak-pihak yg tidak bertanggung jawab.

“Dalam menghadapi ancaman-ancaman radikal ini, mari kita terus & harus waspada kepada infiltrasi & kaderisasi radikalisme, yg masih banyak masuk ke anak-anak, kalangan generasi muda, kampus atau mahasiswa, juga ke keluarga kita,” tutur Pangdam XVIII Kasuari saat menyampaikan pesan ke tokoh-tokoh masyarakat di Papua Barat.

Baca juga: Pangdam XVIII: Prajurit baru di Kodam Kasuari 80 persen putra Papua

Dalam kesempatan itu, ia meminta para tokoh masyarakat di Papua Barat untuk mengajak anggota dari kelompok separatis kembali ke NKRI.

“Mereka (kelompok separatis) adalah warga negara Indonesia & mereka sesungguhnya saudara. Sekarang, bagaimana kita harus segera mengajak mereka & mengerjakan langkah-langkah persuasif kepada mereka. Ini, khususnya ditujukan kepada putra-putra daerah, karena kalau (ajakan, Red) itu tidak dilakukan, maka permasalahan tidak akan selesai,” ujar Nyoman Cantiasa.

Dalam kesempatan yg sama, Pangdam XVIII Kasuari juga meminta kepada tokoh masyarakat di Papua Barat untuk senantiasa mengingatkan orang-orang di sekitarnya supaya tidak terpengaruh ajaran radikalisme & separatisme.

“Mari kita jaga keluarga, anak-anak, kampus, institusi, & yg lainnya, kemudian mari kita saling mengingatkan saudara-saudara kita supaya jangan terpengaruh dengan radikalisme, terorisme, & separatisme. Membangun Papua Barat ini harus dengan hati,” ucap dia menambahkan.

Menurut Pangdam pembangunan di Papua Barat akan cepat terwujud kalau ada perdamaian, kerukunan, & persatuan seluruh kelompok masyarakat.

“Mari kita terus tanamkan rasa nasionalisme, nilai-nilai Pancasila. Kita punya Bhineka Tunggal Ika. Kita adalah anak-anak Indonesia. Mari kita perkaya wawasan keagamaan kita dengan cara mencari sumber-sumber atau tokoh-tokoh yg memiliki pandangan yg moderat & damai,” mengatakan dia.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2133310/pangdam-kasuari-buka-komunikasi-dengan-tokoh-papua-cegah-paham-radikal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *