oleh

Pakar jelaskan PPHN tak jamin pembangunan berjalan berkelanjutan

Slot SimakNews.com – Pakar jelaskan PPHN tak jamin pembangunan berjalan berkelanjutan,

Tangkapan layar Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari berbicara pada sesi diskusi virtual yg digelar oleh Forum Diskusi Denpasar 12 sebagaimana disiarkan oleh kanal YouTube Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat di Jakarta, Rabu (1/9/2021). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Jakarta (ANTARA) – Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) tidak menjamin adanya pembangunan nasional yg berkelanjutan, mengatakan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari.

Ia menjelaskan pengalaman pada masa lalu & keadaan saat ini menunjukkan adanya semacam cetak biru pembangunan nasional sebagaimana yg termuat dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) & Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional tidak menjamin berbagai program pembangunan nasional akan berkelanjutan.

“Fakta, selama GBHN dipakai pada Orde Lama & Orde Baru tidak ada pembangunan yg berkelanjutan. Yang ada pembangunan dikelola secara berkelanjutan oleh kelompok tertentu,” mengatakan Feri saat berbicara pada Forum Diskusi Denpasar 12 yg berlangsung secara virtual di Jakarta, Rabu.

Ia menyebut belum pernah membaca kajian yg menunjukkan GBHN sanggup memastikan pembangunan nasional berjalan berkelanjutan.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Perlu dengarkan pendapat publik terkait amendemen

Baca juga: Ketua MPR: Hasil kajian PPHN diharapkan selesai awal tahun 2022

Upaya menciptakan pembangunan nasional yg berkelanjutan jadi salah satu alasan membentuk PPHN lewat amendemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

Usulan membentuk PPHN itu dihinggakan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo pada Sidang Tahunan MPR RI di Jakarta pada 16 Agustus 2021.

Dalam pidatonya, Bambang Soesatyo atau yg populer dengan nama Bamsoet, menyebut PPHN akan menjaga rencana visioner Pemerintah dapat terlaksana meskipun pasangan presiden & wakil presidennya berganti.

“PPHN akan jadi landasan setiap rencana strategis Pemerintah seperti pemindahan Ibu Kota Negara dari Provinsi DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur, pembangunan infrastruktur tol laut, tol langit, koneksitas antarwilayah, & rencana pembangunan strategis lainnya,” tutur Bamsoet dalam pidatonya bulan lalu.

Kemudian pada pertemuan dengan mahasiswa secara virtual bulan lalu, Bamsoet juga menyampaikan PPHN penting untuk melaksanakan pembangunan nasional yg berkesinambungan.

Terkait pendapat Bamsoet itu, Feri menerangkan GBHN sudah berganti formatnya jadi UU No. 25 Tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Baca juga: Ahmad Basarah: Rencana pemindahan Ibu Kota Negara harus dipagari PPHN

Baca juga: Akademisi UII: Wacana PPHN dalam UUD 1945 anulir sistem presidensial

“Undang-undang No. 25 ini penting menciptakan pembangunan yg berkelanjutan,” ucap Feri yg juga aktif menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Akan tetapi, UU itu juga tidak menjamin pembangunan dapat berkesinambungan kalau tidak ada kehendak politik para penguasa untuk meneruskan kebijakan & program-program yg tidak sesuai dengan kepentingan kelompoknya, meskipun itu bermanfaat bagi rakyat, tutur Feri Amsari.

“Kepentingan politik sangat egois sehingga walaupun kampanye presiden, calon-calon presiden, kepala daerah, anggota legislatif menyesuaikan dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional, tetapi faktanya begitu sudah menjabat tidak ada proses supervisi supaya betul-betul proses pembangunan sesuai dengan undang-undang (No.25/2014) ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, persoalan bahwa pembangunan tidak berkelanjutan bukan karena tidak adanya GBHN atau PPHN. Feri berpendapat kondisi itu terjadi karena tidak ada supervisi & penegakan kepada UU No. 25/2014 & lemahnya kehendak politik dari para penguasa.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2364738/pakar-jelaskan-pphn-tak-jamin-pembangunan-berjalan-berkelanjutan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *