oleh

Nostalgia Hari Ini: Gugatan Klub ISL kepada PSSI Ditolak Pengadilan

Ilustrasi: PSSI/Istimewa

Slot Informasi, Indonesia – 12 Mei, 9 tahun yg lalu sejumlah klub Indonesia Super League (ISL) dibikin gigit jari. Hal itu setelah gugatannya kepada PSSI ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sebelumnya, delapan klub ISL, yakni Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, Pelita Jaya, Arema, Persisam & Persiba Balikpapan, mengugat PSSI. Mereka menggugat Djohar Airifin karena tak menjalankan amanah Kongres Tahunan PSSI di Bali, Januari 2011.

Seperti diketahui, dalam SK No.08/KONGRES-II/PSSI 2011 tentang Format Kompetisi PSSI 2011/2012. Peserta Kongres PSSI mengesahkan format lomba 2011-2012 berisi 18 klub yg berlaga di ISL. Lalu ada 44 klub yg dibagi 4 wilayah untuk Divisi Utama, 66 klub Divisi I, & 100 klub untuk Divisi II serta Divisi III dengan jumlah klub tidak terhingga.

Namun, amanat itu disebut tak dijalankan oleh PSSI. Kedelapan klub itu menuding Djohar tak memberikan hak sebagai klub menjalankan hasil kongres di Bali. Mereka gusar kepada PSSI yg justru membekukan PT Liga & tak diakui sebagai pemilik mayoritas saham. Dalam tuntutannya, para klub itu meminta PSSI membayar ganti rugi sebesar Rp 41 triliun.

Demi Harga Diri, Conte akan Kalahkan Juventus LagiDemi Harga Diri, Conte akan Kalahkan Juventus LagiDok. Antara

“Klub merasa dirugikan karena pada dasarnya, PSSI tidak menjalankan hasil kongres Bali. Dalam putusannya, kongres menunjuk PT Liga sebagai pengelola kompetisi, & lomba resmi sendiri adalah ISL. Dalam putusannya juga kongres menyerahkan 99 persen saham PT Liga kepada klub-klub ISL. Klub terancam kehilangan haknya dalam hal ini,” mengatakan Sekjen Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI), Hinca Pandjaitan.

Daftar slots onlin

Shin Tae-yong Minta Pemain Timnas Indonesia Contoh Perjuangan…

Demi Harga Diri, Conte akan Kalahkan Juventus Lagi

Akhirnya! Frank de Boer Panggil Wout Weghorst

Bahkan tak cuma melaporkan PSSI ke pengadilan, delapan klub ISL itu juga membawa persoalan ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Menurut Hinca, KPSI meminta CAS untuk mendesak FIFA & AFC menyetujui, & memfasilitasi KLB.

Ditolak Pengadilan

Akan tetapi tepat pada 12 Mei 2012, gugatan klub ISL itu ditolak oleh PN Jakarta Pusat. Direktur Legal PSSI, Finantha Rudi, saat itu menjelaskan kalau tak dijalankannya amanah kongres tak masuk ranah hukum.

Pengadilan, mengatakan Finantha, tak mengatur & mencampuri urusan organisasi. Jadi dalam putusannya, PN Jakpus meminta semua pihak duduk bersama menyelesaikan persoalan organisasi.

“Dalam pertimbangan hukum majelis, tidak dilaksanakannya kongres Bali bukan merupakan melawan hukum tetapi internal organisasi. Sehingga menurut Pasal 69 Statuta, masalah itu harus diselesaikan oleh PSSI sendiri. Juga Pasal 70 Statuta PSSI bahwa anggota klub pemain, dilarang membawa sengketa persepakbolaan ke pengadilan negara,” mengatakan Finantha.

PSSI sendiri mengaku tak mau memperpanjang masalah dengan klub-klub tersebut. PSSI tidak akan tuntut balik. Ini proses rekonsiliasi, tidak terpikir serang-menyerang ke pengadilan, kecuali kepada hal-hal yg semestinya perlu untuk dilakukan,” tutup dia.

Diketahui, 2011 & 2012 memang jadi salah satu masa-masa sulit bagi sepak bola Indonesia. Kala itu, PSSI pimpinan Djohar Arifin memilih menggulirkan IPL ketimbang ISL. Hingga akhirnya ada dualisme liga hingga legalitas klub.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *