oleh

Nostalgia Hari Ini: Akhir Perjalanan Luar Biasa Fulham di Liga Europa

Slot Informasi, Indonesia – Tepat hari ini, 12 Mei, 11 tahun yg lalu, Fulham secara luar biasa berhasil lolos ke babak final Liga Europa. Itu perdana kalinya mereka bermain di final Liga Europa sepanjang sejarah klub.

Fulham sendiri sebenarnya bahkan pernah menjuarai sebuah lomba Eropa. Tepatnya Piala Intertoto 2002 dimana mereka mengalahkan Bologna di partai final, itu juga perdana kalinya mereka bermain di lomba Eropa. Uniknya trofi itu merupakan trofi top division satu-satunya yg dimiliki The Cottagers.

Namun tentu saja, Liga Europa jauh lebih prestisius dari Piala Intertoto. Pada musim 2008-09, Fulham yg dilatih oleh pelatih Roy Hodgson finis di posisi ke-7. Hasil itu menciptakan mereka berhak masuk ke Liga Europa musim 2009-10 yg pada saat itu baru saja mengerjakan rebranding dari UEFA Cup. Tapi, Fulham harus memulainya dari Babak Kualifikasi Ketiga.

SB Nation

Kualifikasi & Babak Grup

Persiapan Fulham musim itu dapat dibilang biasa-biasa saja. Mereka membeli sejumlah pemain, namun cuma mantan pemain Chelsea, Damian Duff yg mungkin dapat dibilang pembelian “top”. Walaupun mereka sudah memiliki beberapa pemain yg cukup bagus, seperti Mark Schwarzer, Bobby Zamora, Clint Dempsey & Chris Smalling muda.

Perjalanan punggawa Roy Hodgson di Liga Europa dimulai sangat awal, tepatnya akhir Juli karena mereka memulainya dari Babak Kualifikasi Ketiga. Fulham berjumpa wakil Lithuania, Vetra & berhasil menang mudah dengan aggregat 6-0.

Pada babak Play-off mereka berjumpa wakil Rusia, Amkar Perm. The Cottagers harus bersusah payah, namun mereka tetap lolos dengan aggregat 3-2, menang 3-1 di kandang, & kalah 1-0 di tandang.

Barulah mereka masuk ke babak grup. Di sini mereka satu grup dengan tiga klub raksasa dari masing-masing negaranya. Raksasa Swiss, FC Basel, klub ibukota Italia, AS Roma, & raksasa Bulgaria, CSKA Sofia.

Dan benar saja, Fulham sangat kesulitan. Mereka cuma dapat mengumpulkan 5 poin dalam 4 laga, 1 menang, 2 imbang & 1 kalah.

Tapi, pada laga kelima, mereka berhasil mengalahkan CSKA Sofia 1-0. Laga hidup mati pun terjadi pada pekan terakhir melawan Basel di St. Jakob Park. Fulham secara luar biasa berhasil menang 3-2 berkat brace Bobby Zamora & gol dari Zoltan Gera. Hasil itu menciptakan mereka melangkahi Basel dengan raihan 11 poin, Basel 9 poin.

Fase Knock-out

Fulham lolos ke 32 akbar & berjumpa raksasa Ukraina yg juga pemenang bertahan kompetisi, Shakhtar Donetsk. Lagi-lagi mereka berhasil menang di Craven Cottage, kali ini 2-1, Zamora & Gera kembali mencetak gol. Lalu pada leg kedua, The Cottagers berhasil menahan imbang 1-1.

Momen dramatis terjadi pada babak 16 besar. Fulham berjumpa salah satu klub akbar Eropa, Juventus. Pada leg pertama di Turin, mereka takluk 3-1. Leg kedua di Craven Cottage, David Trezeguet berhasil mencetak gol cepat & sepertinya menciptakan perjalanan Fulham di Eropa berakhir.

Namun, The Cottagers berhasil comeback. Zamora berhasil menyamakan kedudukan, lalu Fabio Cannavaro terkena kartu merah. Gera berhasil mencetak brace setelah itu, & Clint Dempsey secara dramatis mencetak gol cantik 8 menit sebelum waktu normal berakhir. Fulham lolos dengan aggregat 5-4.

Pasukan Roy Hodgson di atas angin, pada babak perempat final & semifinal, mereka berjumpa dua wakil Jerman. Vfl Wolfsburg & Hamburger SV. Keduanya dilalui tanpa kekalahan 3 menang (2 kali menang melawan Wolfsburg) & 1 imbang saat melawan Hamburger di semifinal leg pertama.

Fulham berjumpa wakil Spanyol, Atletico Madrid di babak final yg diadakan di Volksparkstadion, Hamburg, 12 Mei 2010. Los Rojiblancos saat itu diisi oleh pemain-pemain top seperti David de Gea, Diego Forlan, Sergio Aguero, Simao, & Jose Reyes.

Kedua regu sama-sama mengincar gelar Liga Europa/UEFA Cup perdana mereka. Laga berjalan seimbang, Forlan mencetak gol pada menit ke-32 & dibalas oleh Simon Davies pada menit ke-37.

Fulham terus bertahan dari gempuran para pemain Atletico & dapat menahannya hingga babak tambahan. Namun pertahanan mereka akhirnya bobol pada menit ke-116 lewat Forlan yg berhasil menerima umpan dari Aguero. Laga berakhir dengan skor 2-1 & perjalanan Fulham di Liga Europa berakhir di babak final.

Walaupun kalah, ini tetap jadi sebuah pencapaian yg luar biasa bagi regu asal London Barat itu. Apalagi, mereka berhasil mencapai final setelah memulai lomba dari babak Kualifikasi Ketiga, 19 pertandingan, tanpa kekalahan di kandang.

Sports Mole

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *