oleh

Naskah akademik RUU PKS diprediksi rampung pada masa sidang V DPR

Slot SimakNews.com – Naskah akademik RUU PKS diprediksi rampung pada masa sidang V DPR,

Anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya. ANTARA/Abdu Faisal/am

Naskah akademik dapat kita selesaikan secepatnya. Tetapi kalau draf (RUU PKS, red), mungkin (akan rampung) pada masa sidang berikutnyaJakarta (ANTARA) – Naskah akademik Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) kemungkinan rampung dalam kurun waktu Masa Sidang V Tahun 2020-2021 DPR RI, mengatakan Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Willy Aditya.

“Naskah akademik dapat kita selesaikan secepatnya. Tetapi kalau draf (RUU PKS, red), mungkin (akan rampung) pada masa sidang berikutnya,” mengatakan Willy saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Masa Sidang V Tahun 2020-2021 DPR RI yg sudah dibuka sejak Mei 2021 kemungkinan akan berakhir pada Juli 2021.

Walaupun demikian, Willy optimistis naskah akademik & draf RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dapat rampung tahun ini.

Dalam kesempatan yg sama, Willy menerangkan Baleg harus menempuh tahapan penyusunan RUU dari awal, karena pengusulan RUU PKS pada tahun ini bukan lanjutan dari usulan sebelumnya (carry over). “Ini bukan carry over, jadi Baleg menyusun dari awal,” ucap Willy.

Baca juga: Anggota Baleg: Naskah akademik & draf RUU PKS masih disusun

Baca juga: RUU PKS dinilai mendesak untuk segera disahkan jadi UU

Oleh karena itu, berbagai dokumen yg ada, termasuk usulan draf & naskah akademik dari Komisi Nasional Anti-Kekerasan kepada Perempuan/Komnas Perempuan akan jadi bahan masukan bagi Baleg dalam proses penyusunan draf RUU PKS, tutur-nya.

Badan Legislatif DPR RI sejauh ini sudah mengerjakan pertemuan/rapat dengar pendapat biasa (RDPU) dengan berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan pada 29 Maret 2021.

Dalam waktu dekat, Baleg juga akan menggelar RDPU bersama kelompok-kelompok yg kontra kepada RUU PKS, ujarnya.

Tidak cuma itu, Baleg juga berencana berjumpa dengan Wakil Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia RI Prof. Edward Omar Sharif Hiariej sekitar awal Juli 2021.

Dalam pertemuan dengan Wamen, Baleg akan menampung masukan dari pemerintah, mengatakan dia.

Wamenkumham saat ini turut aktif sebagai ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pembentukan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (UU PKS).

Baca juga: Baleg DPR pakai pendekatan sosiokultural susun RUU PKS

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual merupakan satu dari 33 rancangan undang-undang yg masuk dalam daftar program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2021 sebagaimana ditetapkan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada 23 Maret 2021.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada awal pekan ini mengatakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual mendesak segera disahkan.

Moeldoko mengeluarkan pernyataan itu saat membuka pertemuan bersama Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pembentukan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (UU PKS) di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (21/6).

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2228758/naskah-akademik-ruu-pks-diprediksi-rampung-pada-masa-sidang-v-dpr

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *