oleh

NasDem kecam aksi Satpol PP nyaris bubarkan vaksinasi di Sorong

Slot SimakNews.com – NasDem kecam aksi Satpol PP nyaris bubarkan vaksinasi di Sorong,

Ilustrasi – Petugas Satpol PP Kota Yogyakarta mengerjakan patroli protokol kesehatan di pasar tradiisonal di kota tersebut (HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

Jakarta (ANTARA) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengecam aksi Satpol PP di Kota Sorong, Papua Barat, yg sempat melarang & hampir membubarkan kegiatan vaksinasi di daerah tersebut.

“Partai NasDem menginiasasi vaksinasi massal di berbagai daerah, karena komitmen kuat kita kepada hukum tertinggi, yaitu keselamatan rakyat. Siapapun yg menghalangi upaya menyelamatkan rakyat dari pandemi COVID-19 sejatinya adalah musuh kemanusiaan,” mengatakan Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad H M Ali sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya yg diterima di Jakarta, Sabtu.

Satpol PP Kota Sorong pimpinan Daniel Jitmau pada Sabtu mendatangi sentra vaksinasi COVID-19 di Terminal Remu & meminta penyelenggara dibubarkan.

Kasatpol PP Kota Sorong itu berpendapat kegiatan itu menimbulkan kerumunan & tidak berizin.

Namun, Partai NasDem sebagai penyelenggara vaksinasi menyampaikan pihaknya sudah mengirim surat permohonan izin pada 18 Agustus 2021 ke Pemerintah Kota Sorong. Namun, surat itu tidak dijawab oleh otoritas setempat.

Baca juga: NasDem sasar 11.085 warga DKI Jakarta ikut vaksin massal

Oleh karena itu, penyelenggara meminta izin dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Papua Barat & izin diberikan secara tertulis.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan turut hadir pada acara itu, tetapi dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPW Partai NasDem Papua Barat.

Penyelenggara & Satpol PP sempat beradu pendapat & akhirnya kegiatan vaksinasi pun terus berlanjut.

Walaupun demikian, aksi anggota Satpol PP di Kota Sorong itu sombong & tidak beralasan, mengatakan Ahmad H M Ali.

“NasDem sejak awal sering berkoordinasi dengan pemerintah. Jadi tidak ada alasan sama sekali kalau apa yg kami lakukan itu kemudian dilarang,” terang Waketum Partai NasDem.

Baca juga: Anggota DPR minta pemerintah segera distribusikan vaksin ke daerah

Ia pun meminta kepolisian mengusut kejadian itu & memeriksa anggota Satpol PP yg diyakini oleh Ahmad Ali melawan Undang-Undang Karantina Kesehatan.

“Arogansi birokrat seperti yg terjadi di Kota Sorong jangan hingga terulang. Mereka harus paham di mana & kapan perlunya menegakkan birokrasi. Kalau ada kelompok masyarakat berusaha menolong pemerintah dengan segala daya upayanya, maka konyol kalau secara sombong itu dihentikan,” tegas Ahmad Ali, yg saat ini turut aktif sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI.

Terkait insiden itu, ia berharap ke depan disparitas pandangan atau opsi politik bukan jadi alasan untuk menghambat upaya penanganan COVID-19, termasuk di antaranya vaksinasi.

“Boleh saja pimpinan daerah berbeda partai atau preferensi politik dengan penyelenggara vaksinasi massal. Tapi kalau yg begitu berpotensi menghilangkan hak atas keselamatan dari COVID-19, kami tidak ragu untuk melawannya. Kami minta aparat penegak hukum segera menangkap mereka yg menghalangi vaksinasi massal di Kota Sorong,” tegas Ahmad Ali.

Baca juga: NasDem gelar vaksinasi keliling percepat vaksin COVID-19 untuk warga

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2342526/nasdem-kecam-aksi-satpol-pp-nyaris-bubarkan-vaksinasi-di-sorong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *