oleh

MPR: Perkuat perlindungan jurnalis melalui revisi UU ITE

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR RI.

Namun begitu kebebasan pers tetap harus memperhatikan etika & keseimbangan isi berita, mengingat pers merupakan salah satu pilar demokrasiJakarta (ANTARA) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah memperkuat proteksi kepada jurnalis dengan tetap melaksanakan revisi kepada UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi & Transaksi Elektronik (ITE).

“Saya meminta pemerintah memperkuat proteksi kepada jurnalis, dengan tetap melaksanakan revisi kepada UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi & Transaksi Elektronik, supaya jurnalis mendapatkan kepastian keamanan dalam menjalankan tugas,” mengatakan Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya terkait peringatan World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Sedunia yg diperingati setiap tanggal 3 Mei.

Bamsoet meminta pemerintah untuk memberikan proteksi kepada media sebagaimana Pasal 28 F UUD NRI 1945 yg menyatakan bahwa kebebasan pers merupakan hak asasi.

“Namun begitu kebebasan pers tetap harus memperhatikan etika & keseimbangan isi berita, mengingat pers merupakan salah satu pilar demokrasi,” ujarnya.

Baca juga: WPFD 2021, tantangan internal pers terus menggembleng diri

Baca juga: Anggota DPR: Pers berperan strategis di era “banjir” informasi

Selain itu dia juga menyampaikan kepada seluruh insan pers bahwa dalam menyampaikan sebuah informasi, hendaknya harus terverifikasi terlebih dahulu, serta harus ada cek ulang konten informasi.

Langkah itu menurut dia supaya tidak menimbulkan misinformasi ataupun pemberitaan hoaks di media massa, dikarenakan pentingnya memahami & menghargai suatu informasi sebagai barang publik.

“Saya meminta pemerintah memperhatikan & mendukung peran penting jurnalis yg bebas & profesional dalam memproduksi & menyebarkan suatu informasi,” katanya.

Politisi Partai Golkar itu juga meminta pemerintah memberikan edukasi kepada pers supaya dapat menangani misinformasi dari konten-konten berbahaya ataupun konten-konten hoaks karena peran pers juga untuk menolong Pemerintah dalam mencerdaskan hidup bangsa.

Bamsoet juga meminta pers supaya dapat mendalami tiga fokus utama dalam World Press Freedom Day 2021 yaitu langkah-langkah untuk memastikan kelangsungan ekonomi media berita, prosedur untuk memastikan transparansi perusahaan internet, & peningkatan kapasitas Literasi Media & Informasi.

Baca juga: Dewan Pers: Kebebasan pers hadapi disrupsi media sosial

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2135782/mpr-perkuat-perlindungan-jurnalis-melalui-revisi-uu-ite

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *