oleh

MPR: Penting langkah konkret pemerintah dukung kemerdekaan Palestina

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. ANTARA/HO-Aspri/am.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan pentingnya langkah konkret pemerintah Indonesia terkait dukungan pada kemerdekaan Palestina.

“Ketika terjadi penyerangan Masjid Al Aqsho oleh tentara Israel yg menimbulkan kerusakan & jatuhnya 300 lebih muslim/muslimat yg sedang iā€™tikaf di masjid Al Aqsho & yg menjadikan kemarahan umat muslim di dunia termasuk Indonesia,” mengatakan Hidayat Nur Wahid atau HNW di Jakarta, Selasa.

HNW mengapresiasi pernyataan terbuka Presiden Jokowi yg mempermasalahkan pengusiran paksa warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerussalem Timur oleh pihak Israel.

Selain itu menurut dia penggunaan kekerasan kepada warga sipil Palestina di Masjid Al Aqsho sebagai hal yg tidak boleh diabaikan.

Baca juga: Presiden tegaskan Indonesia mengutuk pengusiran paksa rakyat Palestina

“Dan desakan Indonesia kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan supaya pelanggaran tidak berulang, serta memastikan Indonesia akan terus berpihak pada rakyat Palestina,” ujarnya.

Namun dia menilai, yg lebih penting dari pernyataan-pernyataan normatif tersebut adalah langkah konkret yg akan dilakukan Pemerintah Indonesia.

Apalagi menurut dia, yg kembali dilakukan Israel itu membuktikan diri mereka sebagai penjajah karena tidak menghadirkan kondisi yg lebih baik untuk Palestina & perdamaian di kawasan, bahkan sesudah dilakukannya normalisasi dengan beberapa negara Arab.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu menilai Indonesia perlu mengerjakan lobi-lobi yg lebih konkret dengan dunia internasional untuk memberikan sanksi kepada Israel yg kembali mengerjakan kejahatan kemanusiaan & melanggar konvensi internasional soal Jerussalem Timur & Masjid Al Aqsho.

“Israel juga tidak menampakkan kemajuan untuk pengakuan kepada Palestina sebagai negara merdeka & berdaulat bahkan sesudah normalisasi dengan beberapa negara Arab,” katanya.

HNW menegaskan bahwa Indonesia harus berani menginisiasi pemberian sanksi internasional supaya kejahatan & teror Israel kepada warga Palestina dapat dihentikan & tidak terulang lagi.

Langkah itu menurut dia supaya perdamaian di kawasan serta pengakuan kepada Palestina sebagai negara merdeka dapat diwujudkan, serta kejahatan kepada Masjid Al Aqsho yg sangat dihormati oleh Umat Islam & diakui sebagai warisan budaya Islam oleh UNESCO tidak terulang lagi.

Baca juga: Anggota DPR RI: Serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa kejahatan HAM
Baca juga: Anggota DPR ajak umat amalkan Qunut Nazilah bantu rakyat Palestina

HNW menuturkan pemerintah Indonesia penting untuk secara kongkret menggalang kebersamaan di Dewan Keamanan (DK) PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) & Liga Arab, supaya pembelaan kepada Palestina, Masjid Al Aqsho & pemberian sanksi kepada Israel akibat kejahatan kemanusiaan tersebut dapat dilakukan efektif.

“Tetapi dapat juga secara ekonomi seperti yg pernah dihinggakan Presiden Jokowi dengan pemboikotan atau dengan meninjau kembali hubungan diplomatik atau hubungan dagang dengan Israel,” ujarnya.

Menurut dia, seruan boikot produk Israel yg dihinggakan Presiden Jokowi di KTT OKI di Jakarta beberapa waktu lalu perlu dikongkretkan meskipun upaya untuk mengerjakan boikot secara langsung dapat terkendala dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Namun HNW menilai hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengurangi perdagangan dengan Israel atau memberi label produk-produk asal Israel yg beredar, termasuk di Indonesia.

Baca juga: Ketua MPR soroti temuan 4 ribu pemudik terkonfirmasi positif COVID-19
Baca juga: MPR apresiasi polisi tangkap 11 “debt collector” aksi premanisme

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2151466/mpr-penting-langkah-konkret-pemerintah-dukung-kemerdekaan-palestina

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *