oleh

MPR: Kesadaran kolektif kunci sukses PPKM darurat

Slot SimakNews.com – MPR: Kesadaran kolektif kunci sukses PPKM darurat,

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-MPR RI

Berbagai masalah yg timbul selama penerapan PPKM darurat sejak 3 Juli jadi masukan bagi pemerintah & semua pemangku kepentingan.Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pencerahan kolektif masyarakat merupakan salah satu kunci kesuksesan untuk menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa & Bali, 3 hingga 20 Juli.

“Butuh kerja keras & kerja sama yg baik dari semua pihak melalui berbagai upaya pencegahan supaya secara perlahan tetapi pasti kita dapat menekan penularan COVID-19,” mengatakan dia melalui keterangan tertulis yg diterima di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, kewaspadaan & kerja keras menanggulangi penyebaran COVID-19 tidak cuma untuk Jawa & Bali serta 15 daerah di luar dua pulau itu yg akan memberlakukan PPKM darurat mulai 12 hingga 20 Juli, tetapi di seluruh daerah di Tanah Air.

“Semua daerah tanpa terkecuali,” tegasnya.

Berdasarkan data yg dirilis Kementerian Kesehatan penambahan kasus baru COVID-19 pada hari Sabtu (10/7) sebanyak 35.094 orang. Angka itu sedikit berkurang sehari sebelumnya yg mencapai lebih dari 38.000.

Penurunan sementara itu jangan hingga menciptakan masyarakat lengah & melonggarkan kewaspadaan untuk mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Wakil Ketua MPR mendukung Kompleks Parlemen jadi RS Darurat COVID-19

Rerie, panggilan akrabnya, menilai keputusan memperluas cakupan PPKM darurat hingga ke luar Jawa-Bali merupakan langkah tepat karena mengacu pada data penularan COVID-19 di 15 daerah tersebut mencapai level empat.

Ia menyebutkan 15 wilayah di luar Jawa-Bali yg memberlakukan PPKM darurat mulai 12 hingga 20 Juli 2021 ialah Kota Pontianak, Kota Singkawang, Berau, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kota Batam, & Kota Tanjung Pinang.

Selain itu, Kota Bandar Lampung, Kota Mataram, Kota Sorong, Manokwari, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kota Padang Panjang, & Kota Medan.

Efektivitas penerapan PPKM darurat sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan masyarakat kepada penerapan protokol kesehatan termasuk semua larangan serta pembatasan aktivitas yg ditetapkan oleh Pemerintah.

Rerie berharap berbagai masalah yg timbul selama penerapan PPKM darurat sejak 3 Juli jadi masukan bagi pemerintah & semua pemangku kepentingan supaya lebih baik lagi ke depannya.

“Kuncinya adalah ketegasan & setiap orang atau pihak yg melanggar harus dikenakan sanksi supaya memberikan efek jera,” ujarnya.

Baca juga: MPR: Lonjakan kasus COVID-19 perlu langkah antisipasi tepat

Di samping itu, vaksinasi massal sebagaimana yg diharapkan dapat menyentuh satu juta takaran per hari harus terus didorong. Tujuannya supaya kekebalan komunal dapat segera terwujud.

Untuk mempercepat vaksinasi, Kementerian Kesehatan merilis Peraturan Menteri Kesehatan (Kemenkes) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Dalam aturan tersebut, Kemenkes mengizinkan pelaksanaan vaksinasi gotong royong atau berdikari dilakukan oleh individu. Hal itu berarti setiap warga dapat membeli & mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di klinik khusus.

Terakhir, dia meminta pihak terkait supaya pelaksanaan vaksinasi berdikari tersebut diawasi secara ketat supaya tidak ada pihak-pihak yg mengambil keuntungan di tengah musibah pandemi COVID-19.

“Terutama mengawasi jangan hingga harga atau tarif vaksinasi gotong royong itu tidak sesuai dengan ketentuan yg diatur dalam Permenkes,” ujarnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2261382/mpr-kesadaran-kolektif-kunci-sukses-ppkm-darurat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *