oleh

MPR ingatkan PPKM darurat tekan lonjakan COVID-19

Slot SimakNews.com – MPR ingatkan PPKM darurat tekan lonjakan COVID-19,

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Jika dinilai tidak efektif dalam menekan laju penularan COVID-19, tidak perlu dipaksakan untuk diperpanjang.Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat merupakan kebijakan pemerintah yg bertujuan untuk mengatasi lonjakan jumlah kasus COVID-19 yg terjadi belakangan ini.
“Kebijakan itu bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk dilaksanakan dengan penuh pencerahan & rasa tanggung jawab untuk melindungi diri, keluarga, & sesama dari ancaman virus korona,” mengatakan Lestari dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin. Menjelang berakhirnya masa PPKM darurat tahap perdana pada tanggal 20 Juli 2021, mengatakan politikus Partai NasDem ini, muncul berbagai perdebatan tentang perlu tidaknya perpanjangan PPKM darurat dengan beragam argumentasi yg terkadang cenderung kontraproduktif.
“Padahal, tidak sulit untuk memastikan apakah PPKM darurat diperpanjang atau tidak bila semua pihak berbicara berlandaskan data, baik data perkembangan kasus baru harian maupun data-data hasil kajian secara saintifik oleh para pakar yg berkompeten,” ujar wanita yg akrab disapa Rerie itu. Rerie berharap seluruh energi & perhatian publik ditujukan pada upaya-upaya nyata untuk menanggulangi laju penularan virus corona. Semua elemen masyarakat diharapkan terus meningkatkan pencerahan & kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan serta mengindahkan setiap larangan & pembatasan aktivitas.

Baca juga: Korlantas: Mobilitas kendaraan menuju Jakarta turun 40 persen “PPKM darurat hanyalah alat untuk menertibkan. Berhasil tidaknya sangat ditentukan oleh pencerahan & kepatuhan masyarakat,” mengatakan Rerie. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap pemerintah tidak perlu gamang untuk memastikan perpanjangan PPKM darurat bila data-data yg dihimpun selama ini menunjukkan bahwa kebijakan itu perlu dilanjutkan.
Sebaliknya, lanjut dia, kalau dinilai tidak efektif dalam menekan laju penularan COVID-19, tidak perlu dipaksakan untuk diperpanjang. Presiden RI Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas, Sabtu (17/7), mewanti-wanti bahwa keputusan untuk menentukan apakah kebijakan tersebut akan diteruskan atau tidak, diperlukan perhitungan yg matang. “PPKM darurat diperpanjang tidak? Kalau mau diperpanjang, hingga kapan? Ini betul-betul sangat sensitif sehingga harus diputuskan dengan pemikiran yg jernih. Jangan hingga keliru,” mengatakan Jokowi. Peringatan Presiden tersebut, menurut anggota DPR RI dari Dapil Jateng II, hendaknya jadi perhatian semua pihak, khususnya para menteri, kepala daerah, & Satgas COVID-19 untuk mengerjakan evaluasi secara mendalam & menyeluruh tentang penerapan PPKM darurat mulai 3 hingga 20 Juli 2021. “Evaluasi menyeluruh penting supaya bila kebijakan itu di perpanjang, berbagai kekurangan & kesalahan yg terjadi selama PPKM darurat tahap perdana tidak terulang,” tuturnya.

Baca juga: Panitia kurban wajib jalani pemeriksaan kesehatan

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2276238/mpr-ingatkan-ppkm-darurat-tekan-lonjakan-covid-19

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *