oleh

MPR: Dana Otsus Papua harus ditujukan tingkatkan mutu pendidikan

Slot SimakNews.com – MPR: Dana Otsus Papua harus ditujukan tingkatkan mutu pendidikan,

Tangkapan layar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/pri

Jakarta (ANTARA) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai penggunaan data Otonomi Khusus (Otsus) Papua harus ditujukan untuk peningkatan mutu pendidikan masyarakat di Bumi Cenderawasih.

“Salah satu penggunaan dana Otsus ditujukan untuk peningkatan sektor pendidikan masyarakat di Tanah Papua. Sepanjang tahun 2020, Provinsi Papua mendapat alokasi anggaran pendidikan Rp1,62 triliun dari total dana Otsus Papua sebesar Rp5,29 triliun. Sementara Provinsi Papua Barat menerima sekitar Rp470 miliar dari total dana Otsus Papua Barat Rp1,7 triliun,” mengatakan Bambang Soesatyo dalam keterangannya di Jakarta.

Hal itu dikatakan Bamsoet dalam Kuliah Umum Kebangsaan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, secara virtual dari Jakarta, Rabu.

Namun menurut dia, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan melaporkan bahwa kementerian tersebut tidak pernah mendapatkan informasi tentang penggunaan dana Otsus Papua untuk sektor pendidikan.

Dia mengatakan berdasarkan UU nomor 2 tahun 2021 tentang Otsus Papua, dana Otsus akan terus diberikan hingga tahun 2041 & jumlahnya ditingkatkan dari 2 persen jadi 2,25 persen yg berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU). Menurut dia, peningkatan tersebut menyebabkan Otsus Papua meningkat dari Rp7,6 triliun pada tahun 2021 jadi Rp8,5 triliun untuk tahun 2022.

Baca juga: KSP: UU Otsus Papua bawa angin segar pengelolaan Dana Otsus

Baca juga: Kemenkeu: UU Otsus Papua baru atur pengelolaan dana lebih komprehensif

“Karena itu, peningkatan dana Otsus Papua yg sejalan dengan peningkatan dana untuk sektor pendidikan, harus dibarengi dengan transparansi penggunaan anggaran,” ujarnya.

Dia mengatakan, pendidikan merupakan landasan fundamental bagi kemajuan suatu bangsa karena akan lahir sumber daya manusia yg dapat diandalkan bagi pemajuan pembangunan nasional.

Karena itu dia mengapresiasi STIH Manokwari sebagai salah satu entitas pendidikan tinggi di Papua, yg mengusung moto pendidikan merupakan faktor kunci bagi perlindungan, pemberdayaan, penghormatan, & keberpihakan kepada rakyat Papua.

“Namun harus diakui, keterbatasan akses pendidikan masih jadi persoalan yg dihadapi banyak pemuda di berbagai wilayah nusantara, termasuk di Papua. Namun kondisi ini hendaknya tidak menyurutkan semangat untuk terus belajar & berjuang,” ujarnya.

Menurut dia, semua pihak dapat belajar dari para pemuda Papua yg berhasil mengukir prestasi membanggakan di tengah berbagai keterbatasan & banyak tantangan yg harus dihadapi.

Baca juga: MAKI dorong BKP3 adopsi program pencegahan korupsi dana otsus Papua

Baca juga: Peneliti LIPI: Tiga hal penting dalam implementasi dana otsus Papua

Dia mencontohkan Vanda Korisano & Martha Itaar yg jadi pilot Garuda Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan di Nelson Aviation College, Selandia Baru, & di Sekolah Penerbangan Ganesha, Jakarta.

“Bob Royend Sabatino Kaway & Thinus Lamek Yewi, pelajar SMA Advent Doyo Baru, Distrik Waibu, Desa Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, yg berhasil mewakili Indonesia masuk regu penelitian NASA pada Maret 2016. Ada Septinus George Saa yg berhasil menjuarai lomba kelas dunia, First Step to Nobel Prize dalam bidang Fisika pada tahun 2004 saat masih jadi pelajar SMA,” tuturnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2365686/mpr-dana-otsus-papua-harus-ditujukan-tingkatkan-mutu-pendidikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *