oleh

MPR apresiasi kesiapan Korlantas dukung kebijakan larangan mudik

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (tengah) saat meninjau NTMC Polri, di Jakarta, Senin. (MPR RI)

Dari mulai jalur tol, jalur arteri non-tol, hingga jalur alternatif & jalan tikus sudah dideteksi oleh Korlantas. Karenanya masyarakat tidak perlu memaksakan diri untuk mudikJakarta (ANTARA) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kesiapan Pusat Pengendali Lalu Lintas Nasional Kepolisian Republik Indonesia (NTMC) Korps Lalu Lintas (Korlantas) mendukung kebijakan pemerintah melarang mudik warga pada 6-17 Mei 2021.

Menurut dia, Korlantas sudah mendirikan 333 titik penyekatan dari Lampung hingga Bali, lebih akbar dari tahun lalu yg cuma sekitar 146 titik penyekatan.

“Dari mulai jalur tol, jalur arteri non-tol, hingga jalur alternatif & jalan tikus sudah dideteksi oleh Korlantas. Karenanya masyarakat tidak perlu memaksakan diri untuk mudik,” mengatakan Bambang Soesatyo dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakan Bamsoet saat meninjau NTMC Polri, di Jakarta, Senin.

Dia menilai, kebijakan pelarangan mudik selain untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, juga dimaksudkan supaya orang tua & keluarga di kampung tidak tertular COVID-19, yg dapat membawa efek buruk.

Baca juga: MPR: Nasionalisme penting bagi pembangunan tabiat generasi muda

Bamsoet menjelaskan, sejak keluar aturan larangan mudik, Korlantas Polri juga sudah merespons dengan berbagai kegiatan.

Dia mencontohkan Korlantas Polri mengerjakan operasi keselamatan selama 2 minggu, mulai 12 hingga 25 April 2021 dengan fokus kegiatan melaksanakan pengenalan kepada masyarakat secara massal tentang larangan mudik.

“Korlantas Polri juga sudah mengerjakan operasi kegiatan pendisiplinan lalu lintas. Termasuk menertibkan berbagai kegiatan seperti sahur on the road, balap liar, & lain sebagainya,” ujarnya.

Bamsoet yg juga jadi Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) juga menyoroti temuan litbang Kementerian Perhubungan yg mencatat setelah dilakukan pengenalan pelarangan mudik, masih ada 7 persen masyarakat, atau sekitar 10 jutaan, yg akan nekat tetap mudik.

Dia menilai, Indonesia semestinya belajar dari India, karena ketidakpatuhannya, berkerumun dalam sebuah acara, menyebabkan lonjakan penderita COVID-19 dalam satu hari dapat mencapai 300 ribu lebih & menyebabkan lebih dari 3 ribu warga meninggal setiap harinya.

“Untuk memastikan silaturahmi dapat tetap terjalin dengan baik, mudik tahun ini dapat dilakukan secara virtual. Antara lain melalui ‘video call’ maupun zoom meeting dengan keluarga di kampung halaman.

Politisi Partai Golkar itu mengingatkan jangan hingga karena hasrat harap berkumpul dengan keluarga di kampung, justru menyebabkan keluarga yg lain menderita akibat terkena COVID-19.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Korlantas Polri Irjen (Pol) Istiono & Kabag Ops Korlantas Polri Kombes (Pol) Rudy Antariksawan.

Dari IMI Pusat hadir antara lain Sekjen IMI yg juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, Bendahara Umum Effendy Gunawan.

Baca juga: MPR: Negara harus hadir pastikan rakyat Papua nikmati pembangunan
Baca juga: MPR: Perkuat proteksi jurnalis melalui revisi UU ITE

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2136454/mpr-apresiasi-kesiapan-korlantas-dukung-kebijakan-larangan-mudik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *