oleh

MK tolak gugatan sengketa hasil Pilkada Bengkulu yg diajukan Agusrin

-Umum-0 views

Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta. (ANTARA/Maria Rosari/am.)

Bengkulu (ANTARA) – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak gugatan sengketa hasil pemilihan Gubernur & Wakil Gubernur Bengkulu dalam Pilkada 9 Desember 2020 yg dimohonkan Agusrin M Najamudin-Imron Rosyadi.

beincash

Putusan itu dibacakan Ketua MK Anwar Usman dalam sidang pleno MK yg disiarkan langsung secara daring melalui kanal jejaring media sosial Youtube milik MK, Selasa petang.

Dalam amar putusannya MK menyatakan bahwa pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan.

“Dalam pokok permohonan menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima,” mengatakan Anwar sambil mengetuk palu sidang sebanyak tiga kali.

Baca juga: Mendagri tunjuk Sekda Hamka Sabri jadi Plh Gubernur Bengkulu

Dalam putusannya MK menilai pemohon yaitu Agusrin-Imron yg merupakan calon Gubernur & Wakil Gubernur Bengkulu nomor urut 3 tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan karena tidak memenuhi ketentuan pasal 158 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016.

Pasal dalam UU tentang pemilihan gubernur, bupati, & wali kota itu mensyaratkan bahwa permohonan pembatalan hasil pemilihan dapat dilakukan kalau selisih perolehan suara paling banyak sebesar 1,5 persen dari total suara sah dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa.

Sedangkan selisih perolehan suara Agusrin-Imron dalam Pilkada Bengkulu 9 Desember 2020 dengan peraih suara terbanyak berdasarkan rekapitulasi KPU Provinsi Bengkulu yaitu pasangan calon Rohidin Mersyah-Rosjonsyah sebesar 14,76 persen.

Selain itu, MK juga menilai Agusrin-Imron tidak dapat membuktikan pelanggaran administrasi & pelanggaran lainnya yg terstruktur, sistematis, & masif yg didalilkan pemohon dalam gugatannya.

Di antaranya dalil pemohon soal adanya pemilih eksodus yg dilakukan pasangan calon nomor urut 2 Rohidin-Rosjonsyah yg melibatkan oknum KPPS di lima kabupaten yaitu Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, Bengkulu Selatan, & Kaur.

Baca juga: Hakim MK pertanyakan waktu pengajuan sengketa hasil Pilgub Bengkulu

Dalil lainnya yg diajukan pemohon yaitu adanya perusakan surat suara Agusrin-Imron sebanyak 60 ribu surat suara oleh oknum KPPS.

Namun, menurut MK, berdasarkan pemeriksaan alat bukti & fakta persidangan pemohon tidak menguraikan secara jelas oknum KPPS mana yg terlibat & pemohon cuma mendalilkan bahwa persoalan itu terjadi di lima kabupaten.

Sementara itu, pengacara Agusrin-Imron Zetriansyah menyebut pihaknya menghargai & menghormati apa yg sudah diputuskan oleh MK terkait dengan Pilkada Bengkulu 2020.

“Pak Agusrin berpesan untuk menghormati putusan MK & menyampaikan permohonan maaf kepada pendukung karena tidak dapat mewujudkan impian masyarakat kepada Agusrin-Imron,” mengatakan dia.

Agusrin, mengatakan dia, akan mendukung penuh Gubernur & Wakil Gubernur Bengkulu terpilih yaitu Rohidin & Rosjonsyah dalam mengerjakan pembangunan di provinsi tersebut.

Baca juga: KPU Bengkulu pastikan tunda penetapan gubernur & wagub terpilih

Sementara itu, Gubernur Bengkulu terpilih Rohidin Mersyah mengatakan putusan MK kepada perselisihan hasil Pilkada Bengkulu 2020 harus dijadikan momentum untuk menyatukan kembali kekuatan seluruh elemen untuk pembangunan.

Rohidin menyebut dirinya akan sangat menghargai seluruh usulan & pemikiran dari Agusrin-Imron maupun Helmi Hasan yg jadi kompetitornya dalam Pilkada 2020 untuk memajukan Provinsi Bengkulu.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2003197/mk-tolak-gugatan-sengketa-hasil-pilkada-bengkulu-yang-diajukan-agusrin

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *