oleh

Microsoft Akui Pihaknya Memberi Sertifikasi Bagi Driver Berisi Malware yg Menyasar Gamer

Slot SimakNews.com – Microsoft Akui Pihaknya Memberi Sertifikasi Bagi Driver Berisi Malware yg Menyasar Gamer,

Microsoft mengakui bahwa pihaknya sudah memberi sertifikasi bagi sebuah driver yg berisi rootkit malware, yg menyasar para gamer.

IDGS, Senin, 28 Juni 2021 Perusahaan yg memproduksi sistem operasi (OS) biasanya menawarkan sertifikat digital kepada perangkat lunak seperti driver, untuk menolong konsumen menentukan produk mana yg berbahaya & mana yg aman.

Namun kali ini Microsoft menciptakan blunder & mencederai kepercayaan konsumen dengan memberi sertifikat digital bagi Netfilter, sebuah driver pihak ketiga bagi sistem operasi WIndows yg berisi rootkit malware berdasarkan temuan dari peneliti keamanan siber Karsten Hanh. Driver bermasalah itu kini beredar di kalangan komunitas gaming menurut laporan endgadget.

Network filter rootkit that connects to this IP in China:
hxxp://110.42.4.180:2081/u

It does not look like Moriya (signature will be corrected asap)

File is signed by Microsoft.#rootkit #netfilterhttps://t.co/lhvmmgHn6w

— Karsten Hahn (@struppigel) June 17, 2021

BacaJuga

Epic Games Mengajukan USD 200 Juta Untuk Gim First Party Sony

Microsoft Dirumorkan Tengah Membuat Windows Store Baru yg Lebih Baik Dari Sekarang

Monyet Ini Bisa Bermain Video Gim Hanya Dengan Pikiran Berkat Teknologi Neuralink!

Tidak diketahui dengan jelas bagaimana rootkit malware itu dapat melewai proses penandaan sertifikasi dari Microsoft. Perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu sendiri mengatakan tengah menginvestigasi masalah tersebut & mengklaim akan “memoles ulang” proses sertifikasi digitalnya, kebijakan akses partner, serta validation. Setidaknya, tidak ditemukan indikasi pembuat rootkit malware itu mencuri sertifikasi Microsoft.

Pembuat dari driver Netfilter itu, Ningbo Zhou Zhi Innovation Network Technology, bekerjasama dengan Microsoft untuk mempelajari & mem-patch lubang-lubang yg ditemukan dalam keamanan sistem operasi Windows, yg mana konsumen dapat mendapatkan driver yg bersih dari WIndows Update.

Tim Sentral Microsoft untuk respon keamanan siber menyebut bahwa malware tersebut menyasar sektor gaming khususnya di China. Tujuan driver problematik adalah meng-spoof geo-lokasi untuk mengelabui sistem. Hal itu memungkinkan pencipta malware untuk mengeksploitasi pemain lain dengan mencuri akun mereka lewat keylogger misalnya.

Lantas, konsumen harus bagaimana supaya terhindar dari ancaman malware itu? Pihak regu respon keamanan siber Microsoft menyarankan “pelanggan tidak perlu mengerjakan aksi apapun selain mengikuti prosedur keamanan yg semestinya & mengpakai program antivirus seperti Windows Defender.”

(Stefanus/Online)

Gambar Fitur: Pixabay

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *