oleh

Merek Ayam Geprek Rival Dihapus Dirjen KI, Ruben Onsu Mendaftar

Presenter Ruben Onsu tersenyum kearah kamera saat akan memasuki mobilnya usai ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (17/8). [Simaknews.com/Alfian Winanto]

Pihak Yangcent tahu Ruben Onsu sudah mendaftarkan merek tersebut ke Dirjen KI.

Simaknews.com – Perebutan merek dagang Ayam Geprek antara Yangcent, putra Benny Sujoto dengan Ruben Onsu menemui babak baru.

Merek Ayam Geprek Bensu milik Yangcent dihapus Dirjen KI pada 6 Oktober 2020. Informasi ini baru diterima pihaknya yg diwakili sang pengacara, Eddie Kusuma pada 8 Oktober.

Hanya berselang tiga hari, pihak Ruben Onsu yg merek dagangnya dibatalkan Mahkamah Agung, langsung mendaftar di Dirjen KI.

“Nomor permohonan JID2020061194 (mendaftarkan) Geprek Bensu & Lukisan pada 12 Oktober 2020,” begitu keterangan yg tertera di situs DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual).

Baca Juga: Ini Landasan Dirjen KI Hapus Merek Ayam Geprek Rival Ruben Onsu

96958 geprek bensu milik ruben onsu 1603191863 -Geprek Bensu milik Ruben Onsu. [Instagram]

Eddie Kusuma & Yangcent pun sudah mengetahui pendaftaran merek dagang Ayam Geprek milik Ruben Onsu. Hanya saja, mereka tak harap mengikuti jejak rivalnya untuk sama-sama mengajukan ke Dirjen KI.

“Sebab saya punya surat (keputusan) dari Mahkamah Agung, walaupun (merek dagang) dihapus Dirjen KI,” mengatakan Eddie Kusuma ditemui di kawasan Sawah Besar, Senin (19/10/2020).

Sebenarnya, penghapusan merek dagang Yangcent oleh Dirjen KI jadi tanda tanya akbar bagi Eddie Kusuma.

Berdasarkan informasi yg didapat, merek tersebut dianggap melanggar pasal.

“Pasalnya 72 ayat 7 B. Disitu ada lima poin. Diantaranya melanggar ideologi Pancasila, kesusilaan, agama, ketertiban biasa & perundang-undangan,” ujarnya.

Baca Juga: Ruben Onsu & Betrand Peto Akan Bagi-bagi Rezeki

Tapi ia kemudian mempertanyakan poin mana yg dilanggar Yangcent atas merek tersebut.

“Itu ada lima poin, tetapi nggak dijelasin ke saya mana yg dilanggar?” ujar Eddie.

Alih-alih mendaftar ke Dirjen KI, Eddie memilih bertarung memperjuangkan merek dagang yg sudah dimenangkan di MA.

Ia pun sudah melaporkan kasus ini ke Komisi III DPR yg berkaitan dengan lingkup Hukum, HAM & keamanan nasional.

“(Lapor) Sejak tiga hari yg lalu. Responnya bagus, saya sudah telepon & nggak usah sebut namanya,” mengatakan Eddie Kusuma.

Selain ke DPR, permasalahan ini diadukan kepada Presiden Jokowi & Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, & Keamanan Republik Indonesia.

“Saya sekaligus mau menguji juga, kalau memang pimpinan negara ini serius mengurus masalah bangsa. Nah tinggal kita tunggu tanggapannya. Masih ada waktu 10 hari,” katanya.

12

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *