oleh

Menurut Asip Irama, 51 Pegawai KPK Buruk di Aspek PUNP – Nasional

Slot SimakNews.com – Menurut Asip Irama, 51 Pegawai KPK Buruk di Aspek PUNP – Nasional,

Pegiat Antikorupsi mengerjakan ruwatan di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK atau Gedung KPK Lama, Jakarta, Jumat (28/5). Ruwatan ini dilakukan sebagai simbol pengusiran energi jahat dari KPK. Foto: Ricardo/Slot Informasi Online

jpnn.com, JAKARTA – Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia Asip Irama ikut mengomentari polemik proses alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Dia menilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai KPK tak perlu menjadi polemik kontraproduktif.

“Bila dicermati, TWK memang menjadi mekanisme lazim yg harus dilalui oleh pegawai pada instansi pemerintah,” mengatakan Asip, dalam pernyataan tertulis yg diterima di Jakarta, Jumat (28/5) malam.

Slot info lainnya:
  • Prof Hamdi: Tes Wawasan Kebangsaan KPK Bisa Dibuktikan Secara Ilmiah

Dikatakan, pelaksanaan TWK KPK tentu saja sangat normal karena ada ribuan karyawan yg berhasil lolos & hanya sebagian kecil yg tak memenuhi syarat.

Dia menilai klaim bahwa 75 pegawai tak lolos tes adalah paling integritas & kritis, juga tak masuk akal.

Menurutnya, polemik TWK KPK yg terus meruncing menjadi senjata untuk menyudutkan kebijakan pemecatan kepada 51 pegawai yg tidak lulus tes TWK.

Slot info lainnya:
  • Kapitra: Jadi, Kapolri Tidak Bisa Main Tarik seperti Itu

Padahal, mengatakan Asip, TWK memang menjadi prosedur konstitusional lembaga sebagaimana telah diatur UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK, UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN, & PP Nomor 41 tahun 2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK menjadi ASN.

Asip berpendapat bahwa keputusan pemerintah melalui rapat koordinasi Pimpinan KPK, Menpan RB, Menkumham, BKN, LAN, & KASN, yakni memberhentikan 51 pegawai, sementara 24 lainnya mendapat pendidikan wawasan kebangsaan, memang sudah tepat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *