oleh

Menteri PANRB terbitkan SE larangan mudik bagi ASN

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo. ANTARA/HO-Humas MENPANRB.

Kriteria, persyaratan, & protokol perjalanan ditetapkan Kementerian Perhubungan & Satuan Tugas Penanganan COVID-19.Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menerbitkan surat edaran larangan aparatur sipil negara (ASN) beserta keluarganya bepergian keluar daerah atau mudik menjelang & usai Lebaran 2021. “Pegawai ASN & keluarganya dilarang mengerjakan kegiatan bepergian keluar daerah dan/atau mudik pada periode 6 hingga 17 Mei 2021,” bunyi surat edaran yg ditandatangani Menteri PANRB di Jakarta, Rabu. Kebijakan tersebut tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 8/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti bagi Pegawai ASN dalam Masa Pandemi COVID-19. Para ASN diharapkan tidak mengajukan cuti selama periode pembatasan perjalanan. Pejabat pembina kepegawaian (PPK) di kementerian, lembaga, & pemerintah daerah juga tidak diperkenankan memberikan izin cuti.

beincash

Baca juga: Pemda DIY dorong silaturahmi virtual gantikan mudik Namun, cuti ini dikecualikan bagi PNS yg mengerjakan cuti melahirkan, cuti sakit, & cuti alasan penting. Cuti turut diberikan untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yg mengambil cuti melahirkan & cuti sakit. Pengecualian larangan bepergian juga berlaku bagi ASN dengan alasan spesifik & sudah memiliki surat tugas atau izin. ASN yg sedang melaksanakan perjalanan tugas kedinasan harus memiliki surat tugas yg ditandatangani setidaknya oleh pejabat pimpinan tinggi pratama atau kepala satuan kerja. ASN yg dalam keadaan terpaksa perlu bepergian keluar daerah harus memperoleh izin tertulis dari PPK di instansinya masing-masing. “Pemberian cuti dilakukan secara akuntabel & sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2011 tentang Manajemen PNS sebagaimana diubah dengan PP No. 17/2020 serta PP No. 49/2018 tentang Manajemen PPPK,” tulis surat edaran Menteri PANRB Tjahjo Kumolo tersebut. Terdapat empat hal yg perlu diperhatikan oleh para ASN yg sudah memperoleh izin untuk bepergian. Pertama, peta zonasi risiko penyebaran COVID-19 yg ditetapkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Kedua, peraturan dan/atau kebijakan pemerintah daerah asal & daerah tujuan perjalanan mengenai pembatasan keluar & masuk orang. Ketiga, kriteria, persyaratan, & protokol perjalanan yg ditetapkan Kementerian Perhubungan & Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Keempat, protokol kesehatan yg sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Menhub: Bila tidak dilarang, 81 juta orang bakal mudik Lebaran Penegakan disiplin kepada ASN dilakukan oleh PPK di instansi masing-masing. ASN yg terbukti melanggar akan dikenai sanksi disiplin sesuai dengan PP No. 53/2010 tentang Disiplin PNS & PP Nomor 49/2018 tentang Manajemen PPPK. PPK berkewajiban melaporkan hasil pelaksanaan dari SE Nomor 8/2021 ini kepada Menteri PANRB melalui tautan https://s.id/LaranganBepergianASN. “Paling lambat pada tanggal 24 Mei 2021 dengan format pelaporan sebagaimana tercantum dalam lampiran,” bunyi surat tersebut. Penyebaran COVID-19 berpotensi meningkat karena perjalanan orang pada masa pandemi COVID-19 sehingga diperlukan adanya SE pembatasan perjalanan. SE tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan Nomor S-21/MENKO/PMK/III/2021. Sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, para ASN diwajibkan melaksanakan perilaku hidup bersih & sehat (PHBS), 5M, & 3T. Penerapan 5M adalah mengpakai masker dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, & membatasi mobilitas. Adapun 3T adalah testing, tracing, & treatment.

Baca juga: Pemerintah siapkan Rp500 miliar subsidi ongkir belanja daring Lebaran

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2087618/menteri-panrb-terbitkan-se-larangan-mudik-bagi-asn

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *