oleh

Menpan-RB serahkan santunan bagi ahli waris ASN gugur tangani COVID-19

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

Walau jumlah ini cukup besar, tidak sepadan dengan pengorbanan nyawa ASN.Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menyerahkan santunan bagi aparatur sipil negara (ASN) yg mengorbankan nyawanya dalam tugas menangani pandemi COVID-19. Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu, menyerahkan penghargaan & santunan tersebut bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Widapatna & Direktur Utama PT Taspen Antonius N.S. Kosasih. Pemerintah memberikan penghargaan & santunan bagi ASN yg mengorbankan nyawanya dalam tugas menangani pandemi COVID-19. Selain itu, kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi, & pensiun bagi janda/duda anumerta sebesar 72 persen dari dasar pensiun. Penghargaan & santunan diberikan secara simbolis kepada keluarga dari delapan ASN yg meninggal dunia dalam tugas penanganan COVID-19. Seluruh tenaga kesehatan ASN yg meninggal dunia dalam tugas diberikan santunan & penghargaan sesuai dengan aturan yg berlaku. Besaran santunan yg diterima keluarga atau pakar waris berkisar antara Rp200 juta & lebih dari Rp300 juta, atau bergantung pada pangkat & golongan ASN tersebut.

Baca juga: Kasad: Tenaga medis TNI AD bantu vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI Santunan tersebut meliputi komponen tabungan hari tua serta manfaat jaminan kecelakaan kerja. Hak keuangan yg diterima para pakar waris adalah santunan kematian kerja, uang duka, biaya pemakaman, serta bantuan beasiswa bagi anak korban. Penghargaan ini merupakan bukti kepedulian pemerintah kepada keluarga & pakar waris ASN yg ditinggalkan. Meski perlu disadari, mengatakan dia, penghargaan tersebut tentunya tetap tidak sepadan dengan pengorbanan nyawa para ASN yg meninggal dunia. Santunan yg diterima diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan prioritas masing-masing keluarga & pakar waris. Santunan tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 70/2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja & Jaminan Kematian bagi ASN. Sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, jaminan pensiun & jaminan hari tua PNS diberikan sebagai proteksi kesinambungan penghasilan hari tua sekaligus sebagai hak & penghargaan atas pengabdiannya. Pada kesempatan tersebut, Kepala BKN Bima Haria Widapatna menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya para pahlawan kesehatan.

Ia berharap santunan yg diberikan kepada pakar waris dapat dipakai dengan baik. “Walau jumlah ini cukup besar, tidak sepadan dengan pengorbanan nyawa para PNS tersebut,” mengatakan Bima.

Baca juga: Kepala ruang isolasi RSUD Cianjur meninggal karena COVID-19 Sementara itu, Dirut PT Taspen Antonius N.S. Kosasih menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para tenaga kesehatan yg meninggal dunia dalam tugas tersebut. Kosasih mengatakan bahwa PT Taspen memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para penerima penghargaan sekaligus mendukung penanganan COVID-19. Bagi Kosasih, mereka adalah pahlawan kesehatan yg gugur bagi bangsa & negara. “Kepada pakar waris, dihinggakan terima kasih atas peran aktif & dukungannya kepada para PNS yg meninggal dunia tersebut semasa hidup” ujar Kosasih.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2140030/menpan-rb-serahkan-santunan-bagi-ahli-waris-asn-gugur-tangani-covid-19

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *