oleh

Menjaga tanah Papua penuh damai

Pemuda muslim Jayapura ikut menjaga keamanan saat umat Kristiani merayakan ibadah Natal 25 Desember 2020 salah satu implementasi kerukunan umat beragama di tanah Papua. ANTARA/Indrayadi TH.

Jayapura (ANTARA) – Meski tanah Papua mayoritas warganya beragama Kristiani namun soal kehidupan kerukunan antar umat beragama di Provinsi paling Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia terjaga serasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara selama 58 tahun sejak Papua bergabung dengan Republik Indonesia 1 Mei 1963.

Komitmen menjaga kehidupan antar umat beragama ditunjukkan masyarakat Papua ketika hari-hari akbar keagamaan umat Muslim tampak suasana ibadah dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan syariat keyakinan agama.

Di setiap bulan puasa Ramadhan umat Islam di tanah Papua sejak puluhan tahun hingga saat ini juga dapat menjalankan ibadah dengan normal baik saat siang maupun di waktu shalat sunnah tarawih.

Kenyataan beribadah dengan kondusif & nyaman bagi umat Muslim di bulan puasa Ramadhan membuktikan bertapa harmonisnya kehidupan umat beragama di tanah Papua.

Tokoh agama Islam Ustad Jaenuri LC mengatakan, masalah kehidupan umat beragama di tanah Papua sudah terjalin sangat baik karena setiap perseorangan sudah mengedepankan kebersamaan serta saling menghargai adanya disparitas dalam hal keyakinan bagi pemeluknya.

“Papua diketahui merupakan tanah yg penuh dengan kedamaian karena itulah setiap perseorangan harus memaknai kebersamaan & menjaga toleransi untuk mewujudkan Papua tanah Papua,”ujarnya.

Ustad Jaenuri berharap, keadaan kondisi tanah Papua yg menjunjung tinggi semangat toleransi dalam berbagai kehidupan harus dijaga bersama karena ini jadi modal akbar dalam membangun daerah untuk mencapai Papua yg berdikari sejahtera & berkeadilan.

“Siapapun yg ada di tanah Papua harus menjaga toleransi kehidupan antar umat beragama dengan baik untuk dicontohkan kepada para generasi milenial sebagai penerus estafet pembangunan di daerah,” harap Ustad Jaenuri.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Mohammad L Bahar Conora mengakui, ketika semangat toleransi dibangun & diwujudnyatakan dalam kehidupan maka akan memberikan aura positif untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tanah Papua, menurut Bahar Conoras, sudah mencontohkan tentang semangat kehidupan toleransi & kedamaian untuk semua orang yg ada di tanah Papua.

Setiap warga di atas tanah Papua, menurut Bahar Conoras, punya kewajiban untuk menjaga tanah Papua dari perpecahan antar warga, golongan & etnis.

“Saya sangat yakin ketika setiap perseorangan menjaga toleransi kehidupan beragama yg baik maka tanah Papua akan memberikan keberkahan untuk kehidupan semua orang,”katanya.

Ia menyebut, partai Demokrat Papua sudah membuktikan semangat toleransi beragama jadi pilar penting membangun pondasi politik para kadernya.

Dimana dalam struktur kepengurusan partai Demokrat, menurut Bahar Conoras, diisi dari berbagai masyarakat nusantara, berbagai etnis & keyakinan.

“Ini membuktikan partai Demokrat sangat menghargai disparitas & menjadikannya sebagai karunia Tuhan yg maha besar,”ungkap Bahar L Conoras.

Baca juga: Jaga toleransi beragama, Papua Barat lakukan sejumlah langkah

Pemuda kawal Papeda
Sementara itu, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Papua Albertho Gonzales Wanimbo mengakui pemuda punya peranan penting dalam menjaga & mengawal Papua Penuh Damai (Papeda) melalui karya nyata dalam bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara.

Kebersamaan pemuda Papua yg berhimpun dalam wadah KNPI maupun ormas kepemudaan lainnya di tanah Papua, menurut Alberto, merupakan satu komitmen kebangsaan harap senantiasa berkontribusi langsung dalam mewujudkan kehidupan Papua penuh damai.

“Papua penuh kedamaian sudah jadi keharusan pemuda untuk merawatnya, karena itu merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan tanah Papua yg berdikari sejahtera & berkeadilan,” ujar Alberto saat menghadiri acara ulang tahun PMII Jayapura.

Ia mengajak komponen pemuda di tanah Papua untuk bersama-sama dengan pemerintah, aparat keamanan TNI/Polri & pemangku kepentingan untuk menjaga semangat toleransi antar umat beragama.

“Pemuda harus jadi contoh & garda terdepan menjaga Papua penuh damai melalui kontribusi nyata membangun tanah Papua sesuai dengan talenta & talentanya,”ujarnya.

Ketika nilai semangat toleransi kehidupan antar umat beragama dijalankan secara benar, lanjutnya, maka semua warga akan hidup berdampingan satu dengan lainnya dengan harmonis

“Saya harap pemuda jadi garda terdepan menjaga Papua penuh damai karena sudah jadi komitmen bersama,” harap Ketua DPD KNPI Papua Alberto.

Apalagi pada bulan Oktober mendatang, menurut Ketua DPD KNPI Papua Alberto, Provinsi Papua, akan jadi tuan rumah penyelenggaraan PON XX Papua 2021 sehingga pemuda harus menyukseskan iven olahraga nasional empat tahunan di Indonesia.

Pada pelaksanaan ajang PON XX di tanah Papua, menurut Ketua DPD KNPI Papua Alberto, Pemuda Papua akan terlibat jadi relawan penyelengaraan PON XX Papua.

Baca juga: Warga diajak MUI Papua jaga toleransi antarumat beragama

“Ini kontribusi nyata pemuda di atas tanah Papua dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan kegiatan PON XX Papua,”ungkap Ketua KNPI Papua Alberto.

Sementara itu, Asisten Sekda Papua Doren Wakerkwa mengharapkan masyarakat di Provinsi Papua untuk terus menjaga tanah Papua sebagai daerah yg damai, kondusif & nyaman untuk kehidupan semua orang.

“Sebagai warga Papua kita berkewajiban untuk senantiasa menjaga kedamaian di tanah Papua yg sudah diberkati,” ungkap Asisten Sekda Doren Wakerkwa.

Ia mengakui masyarakat manapun yg hidup di tanah Papua dituntut untuk berperan mendukung berbagai program pemerintah dalam upaya menyejahterakan masyarakatnya.

“Marilah kita terus menebar kebaikan di atas tanah Papua yg sudah diberkati & jadi rumah kehidupan untuk semua warga,” harap Asisten Sekda Doren Wakerkwa.

Doren menyebut, Provinsi Papua akan jadi tuan rumah penyelenggaraan PON XX pada 2-15 Oktober 2021 & bulan November Papua sebagai tuan rumah Perparnas XVI

“Dua ivent olahraga terbesar di tanah air sudah menetapkan Papua sebagai penyelenggara tuan rumah pertandingan sehingga kita harus sukseskan bersama karena Papua orang dapat,”katanya.

Doren mengakui, untuk menjaga kedamaian & keamanan bersama di tanah Papua jadi komitmen semua elemen masyarakat harus senatiasa diwujudnyatakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara.

Ketika orang berkunjung ke tanah Papua, menurut Doren, yg utama dirasakan adalah keamanan & kenyamanan sehingga semua warga bersama-sama untuk menjaga tanah Papua.

“Mari kita berikan dukungan penuh kepada aparat TNI/Polri di manapun bertugas untuk terus menjaga kondisi tanah Papua supaya penuh kedamaian,” ungkapnya.

Menjaga kehidupan di Papua yg penuh kedamaian diharapkan jadi satu komitmen bersama untuk terus dijaga semua elemen masyarakat di wilayah Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia/

Sejarah peradaban masyarakat Papua diawali dari pulau Mansinam 5 Februari 1855 melalui dua penginjil Ottow & Geisseler yg sudah berhasil menginjakan kakinya di bumi Cenderawasih & memberkati tanah Papua diharapkan jadi spirit baru untuk Papua jadi rumah untuk kehidupan semua masyarakat Nusantara.

Baca juga: Wali Kota Jayapura ajak warga jaga toleransi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2142198/menjaga-tanah-papua-penuh-damai

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *